Puasa Bisa Pengaruhi Produksi ASI, Cek Faktanya yuk!

Puasa Bisa Pengaruhi Produksi ASI, Cek Faktanya yuk!


Produksi ASI yang melimpah adalah impian untuk setiap ibu yang sedang menyusui. Sebab, pertumbuhan dan perkembangan bayi sangat bergantung pada ASI, terutama pada periode 1000 hari pertama. Beberapa manfaat dari ASI yaitu di mulai dari menguatkan sistem kekebalan tubuh bayi, menghindari infeksi, sampai meningkatkan keintiman Bunda dan bayi.


Oleh karena itu, terdapat banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat produksi ASI melimpah, seperti mengonsumsi ASI booster, skin to skin contact dengan bayi, dan mencukupi asupan nutrisi pada setiap makanan yang Anda makan.


Menjelang bulan Ramadan, Anda yang sedang menyusui pasti akan kembali di buat galau. Apakah akan menunaikan ibadah puasa Ramadan atau tidak? Tentu saja itu hal yang wajar sekali. Saat masa menyusui, Anda sering khawatir tidak dapat menjalankan ibadah puasa.


Khawatir Produksi ASI Menurun karena Puasa



Banyak hal yang bisa menjadi penyebab kekhawatiran seorang ibu seperti apakah produksi ASI akan berkurang, apakah bayi tetap mendapatkan nutrisi jika Anda berpuasa, dan pertanyaan serupa lainnya. Namun, di sisi lain, Anda juga tetap ingin menjalankan ibadah puasa. Apakah boleh?


Dikutip dari orami dr. Sarah Audia Hasna saat berbincang-bincang pada Kulwap Orami Community mengatakan: “Tentunya bisa. Hanya saja, banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti usia bayi, kondisi kesehatan Anda dan bayi, jangan sampai dehidrasi, dan tetap konsumsi suplemen peningkat ASI,” 


Ada beberapa kondisi yang sebaiknya Anda tidak menunaikan ibadah puasa, di antaranya saat bayi masih berusia kurang dari 6 bulan dan sedang menjalani ASI eksklusif, bayi sedang sakit atau dalam masa pemulihan, atau Anda mengalami dehidrasi.


Untuk selebihnya, Anda tetap bisa berpuasa tanpa mengganggu proses menyusui jika asupan nutrisi Anda terpenuhi.


Kemudian, apakah berpuasa akan membuat ASI menjadi kurang atau memengaruhi produksi ASI?


Puasa atau penurunan asupan kalori tidak berpengaruh pada produksi ASI. Jika terjadi penurunan berat badan saat berpuasa, kondisi ini berpengaruh pada kandungan lemak dalam ASI, bukan jumlahnya.


"Jika Anda sudah mempertimbangkan dan memutuskan untuk berpuasa, maka ada tips yang bisa disimak agar puasa ibu berjalan lancar dan bayi mendapat cukup ASI,” lanjut dr. Sarah, yang saat ini aktif praktik di Eka Hospital BSD.


Tips Berpuasa untuk Ibu Menyusui



Saat menjalankan ibadah puasa dan harus menyusui, Anda tidak boleh melewatkan direct breastfeeding (DBF) selama berada di rumah. Ketika menjelang tidur, jangan lewatkan untuk pumping agar ASI tetap lancar.


Selain itu, Anda wajib memperhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi saat berbuka puasa, sahur, dan menjelang tidur. Serta Anda juga harus tetap makan besar sebanyak 3 kali dengan zat gizi yang lengkap dan bukan hanya mengenyangkan saja.


Anda dianjurkan untuk makan makanan dengan komposisi tinggi karbohidrat, protein hewani dan nabati dengan sedikit lemak, dan ditambahkan sayur serta buah. Perbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi,” ungkap dr. Sarah yang sudah menjadi konselor laktasi sejak tahun 2011 lalu ini.


Ikan salmon, tuna, daging sapi tanpa lemak, brokoli, wortel, kacang-kacangan seperti kacang hijau, edamame adalah beberapa contoh makanan yang baik untuk Anda konsumsi. Makan saat sahur dilakukan secara bertahap dan menjelang imsak Anda bisa makan kurma atau susu yang memperkuat stamina selama berpuasa.


Mengonsumsi vitamin C juga baik untuk membantu penyerapan zat besi yang bisa Anda temukan pada sayuran hijau seperti brokoli atau buah-buahan seperti tomat, pepaya, mangga, dan jeruk. Selain itu, mengonsumsi biji-bijian juga dapat membuat tubuh Anda lebih berenergi dan bertenaga.


Menurut International Lactation Consultant Association, bahwa asupan air putih yang cukup menjadi kunci sukses untuk menyusui saat berpuasa. Ibu menyusui yang hendak berpuasa dianjurkan untuk minum sedikit demi sedikit sepanjang waktu yang diizinkan, dari waktu berbuka puasa hingga waktu imsak tiba.


Minum terlalu banyak pada saat sahur hanya akan mengisi kandung kemih dan dikeluarkan segera setelahnya, sehingga ibu akan merasa cepat haus selama sisa hari itu.


Ketika tubuh Anda lebih berenergi dan bertenaga selama berpuasa, maka tidak akan mengganggu proses menyusui untuk Si Kecil. Selamat mencoba, ya!