Perbedaan antara Ketergantungan dan Kecanduan Obat. Ini Penjelasannya!

Perbedaan antara Ketergantungan dan Kecanduan Obat. Ini Penjelasannya!


Seseorang yang ketergantungan dengan obat belum tentu adalah seorang pecandu, akan tetapi seorang pecandu sudah pasti mengalami ketergantungan pada obat. Lantas, apa perbedaan keduanya? Simak penjelasannya di bawah ini yuk guys:


Kecanduan

Antara kecanduan dan ketergantungan, meski keduanya hampir sama, ternyata kecanduan lebih berpotensi menimbulkan bahaya daripada ketergantungan. Menurut National Institute on Drug Abuse (NIDA), mengatakan bahwa kecanduan adalah kebutuhan yang tidak terkendali, biasanya berlangsung lama, dan dapat pulih secara tidak terduga setelah masa penyembuhan.


Dalam kaitannya dengan penggunaan obat-obatan, kecanduan adalah suatu kondisi psikologis di mana seseorang harus mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk mendapatkan sebuah sensasi.


Obat-obatan yang bersifat adiktif akan merangsang kesenangan dan motivasi otak, sehingga semakin sering terpapar obat-obatan tersebut akan membuat otak menjadi bodoh untuk menjadikan konsumsi obat-obatan tersebut menjadi kebutuhan yang harus selalu dipenuhi.


Bahkan jika tidak dipenuhi, seseorang yang sudah kecanduan obat-obatan akan melakukan segala cara untuk memenuhi kebutuhan yang membuat ketagihan ini tidak peduli baik atau buruknya. Bahkan mungkin tidak memperhatikan keselamatan diri sendiri dan orang lain akan konsekuensi yang ada.




Ketergantungan

Ketergantungan adalah suatu kondisi fisik tubuh yang sudah beradaptasi dengan obat, dan ketika berhenti mengonsumsi obat tersebut tubuhnya akan menimbulkan gejala yang dapat diprediksi dan diukur (sindrom penarikan).


Ketika seseorang telah ketergantungan dengan obat, gejala berikut mungkin juga muncul:

  • Sakit perut, mual, muntah
  • Pingsan
  • Masalah pernapasan dan tekanan darah
  • Nyeri dada
  • Pupil mata membesar
  • Gemetar
  • Kejang
  • Halusinasi
  • Diare
  • Kulit menjadi dingin dan berkeringat, juga panas dan kering


Cara mencegahnya adalah dengan meminum obat sesuai resep yang diberikan, mengikuti petunjuk yang dianjurkan, jangan mencampurnya dengan jenis obat lainnya, dan sering-seringlah berkonsultasi dengan dokter.


Bagaimana dengan Toleransi Obat-obatan?



Selain ketergantungan dan kecanduan, ada juga istilah lain yaitu toleransi. Peneliti Tempo Group Agus Wiyanto melaporkan melalui Kompas, ada tiga jenis toleransi obat.


1. Toleransi farmakokinetik; yaitu penentu tingkat adiksi seseorang. Metabolisme sebuah obat setelah pemberian ulang membuat dosis yang diberikan menghasilkan kadar dalam darah yang semakin berkurang dibanding dosis sama pada pemberian pertama. Cara yang biasanya dilakukan adalah menggunakan stimulan untuk menambah efek obat.


2. Toleransi farmakodinamik; adalah perubahan adaptif yang terjadi dalam tubuh akibat dipengaruhi obat. Hal ini membuat respon tubuh terhadap obat jadi berkurang pada pemberian berulang. Antibiotik, misalnya, dalam penggunaan jangka panjang, tubuh menjadi resisten terhadapnya sehingga dosis harus ditambah.


3. Toleransi yang dipelajari; adalah pengurangan efek obat dengan mekanisme yang diperoleh karena adanya pengalaman terakhir. Orang yang paham efek alkohol masih mampu mengendalikan tubuhnya agar tidak mabuk sehingga ketika menjalankan uji berjalan lurus, ia masih mampu.


Ketika Anda harus mengonsumsi obat-obatan, berhati-hatilah terhadap semua efek yang mungkin terjadi, terutama jika obat tersebut membuat kecanduan (adiktif).


Penting untuk tidak mencoba melakukan eksperimen sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter, terutama dalam hal keselamatan.