Efek Berhubungan saat Haid Terakhir, Wajib Anda Ketahui!

Efek Berhubungan saat Haid Terakhir, Wajib Anda Ketahui!


Pernahkah terpikirkan oleh Anda untuk berhubungan seks di masa haid? Selama ini masyarakat masih bingung apakah hal tersebut dibolehkan atau tidak, karena beberapa efek berhubungan saat haid terakhir dapat membahayakan dari sisi kesehatan.


Wanita yang sedang menstruasi sebaiknya membatasi diri pada aktivitas tertentu, salah satunya adalah berhubungan seks.


Selain rasa tidak nyaman, risiko fatal lainnya adalah dapat menyumbat aliran darah yang menuju jantung.


Mari simak efek berhubungan saat haid terakhir dari segi kesehatan, yuk!


Efek Berhubungan saat Haid Terakhir



Berhubungan seks saat menstruasi adalah salah satu pertanyaan yang kerap membingungkan. Apakah efek berhubungan saat menstruasi terakhir?


Perlu Anda ketahui bahwa dampak berhubungan saat haid terakhir adalah rasa sakit yang Anda rasakan. Darah tersebut akan mengenai pasangan Anda serta akan bercecer, apalagi jika Anda mengalami aliran darah yang cukup deras.


Jika Anda berhenti mengeluarkan darah haid pada hari ke-6, dan berhubungan seks di akhir menstruasi, serta berovulasi pada hari ke-11, maka kemungkinan sperma dari hari ke-6 akan menunggu di saluran tuba untuk pembuahan.


Setelah pendarahan berhenti, peluang untuk hamil tepat setelah haid akan meningkat setiap hari. Jika Anda ingin hamil, inilah saat yang tepat untuk berhubungan seks.


1. Infeksi Menular Seksual (IMS)



Efek berhubungan selama periode terakhir menstruasi lainnya adalah berisiko tertular Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti HIV atau hepatitis. Virus ini hidup di dalam darah dan dapat menyebar melalui kontak dengan darah menstruasi yang terinfeksi.


Menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks dapat mengurangi risiko penyebaran atau tertular infeksi menular seksual (IMS).


Jika Anda ingin tetap berhubungan selama periode haid terakhir, gunakan kondom untuk mencegah terjadinya infeksi menular seksual (IMS).


Selama menstruasi, Anda mungkin tidak terkena infeksi menular seksual (IMS), tetapi ada risiko penularannya ke pasangan melalui darah menstruasi.


Melansir Centers for Disease Control and Prevention, berikut adalah dua jenis infeksi yang mungkin terjadi akibat efek berhubungan saat haid terakhir:

  • IMS dan masalah yang disebabkan oleh perubahan flora normal vagina, seperti infeksi jamur dan vaginosis bakterial.
  • Sementara infeksi jamur juga dapat terjadi tanpa melakukan aktivitas seksual, orang mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi jamur karena perubahan hormonal selama suatu periode.
  • Hubungan seks juga dapat menyebarkan infeksi jamur, menyebabkan kepala penis meradang. Kondisi ini disebut balanitis.


2. Terjadinya Ovulasi

American Pregnancy Association menjelaskan bahwa efek berhubungan saat periode menstruasi terakhir adalah kecil kemungkinannya untuk hamil. Itu karena sebelum haid usai, waktu ovulasi masih cukup jauh.


Namun, ada pengecualian. Ini berlaku untuk wanita yang siklusnya 28 hingga 30 hari atau lebih.


Jika siklus Anda pendek, katakanlah setiap 21 hingga 24 hari, itu berarti Anda berovulasi lebih awal dalam siklus. Karena sperma bisa bertahan di dalam tubuh hingga 5 hari.


Anda bisa berhubungan seks di akhir periode menstruasi dan lalu hamil 4 atau 5 hari kemudian dengan ovulasi lebih dini.


Mengutip Kids Health, efek berhubungan saat periode menstruasi terakhir yang mungkin terjadi meliputi:

  • Akan mengalami pendarahan yang menurutnya adalah menstruasi, tetapi pendarahan itu berasal dari ovulasi. Ovulasi adalah pelepasan telur bulanan. Ini adalah waktu di mana dia kemungkinan besar akan hamil jika dia berhubungan seks.
  • Ovulasi terjadi sebelum pendarahan dari menstruasi berhenti.
  • Ovulasi terjadi dalam beberapa hari setelah menstruasi telah selesai. Sperma bisa membuahi sel telur selama 3 hari. Jadi, jika Anda berhubungan seks pada hari terakhir haid dan berovulasi dalam beberapa hari berikutnya, sperma mungkin masih membuahi sel telur.


3. Penyumbatan Pembuluh Darah



Sebaiknya berhubungan seks dilakukan saat menstruasi atau haid Anda sudah benar-benar bersih. Tidak adanya bercak darah yang keluar berarti sudah tidak ada celah pada pembuluh darah di dinding rahim.


Dengan demikian hal ini mencegah terjadinya emboli udara, yaitu gelembung udara yang masuk ke pembuluh darah dan dapat menyumbat pembuluh-pembuluh darah pada organ-organ vital antara lain jantung dan paru-paru.


Gelembung udara bisa masuk ke aliran darah karena saat haid, pembuluh darah akan terbuka akibat meluruhnya dinding rahim. Celah yang terbuka ini memungkinkan gelembung udara bisa masuk, yang terbentuk saat terjadinya penetrasi oleh penis ke liang vagina.


Hal ini dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ-organ tersebut bahkan bisa menyebabkan kematian.


4. Gangguan Kesuburan

Selain risiko penyumbatan pembuluh darah, efek berhubungan saat menstruasi periode terakhir yang mengancam jiwa, antara lain:

  • Endometriosis. Saat orgasme, rahim akan berkontraksi sehingga darah kotor dari menstruasi bisa masuk lagi ke dalam perut melalui sel telur. Kondisi ini bisa menyebabkan timbulnya endometriosis pada tubuh perempuan.
  • Infeksi. Hubungan seksual saat dinding rahim meluruh biasanya akan menimbulkan luka. Sperma maupun darah kotor yang tidak steril bisa masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi.
  • Luka atau trauma di mulut rahim. Infeksi yang terjadi akibat hubungan seks saat haid bisa memicu trauma pada mulut rahim. Salah satu akibatnya adalah rasa sakit dan mulas, serta keluarnya cairan putih kehijauan atau kecokelatan setiap hari.


Lauren Streicher, MD, seorang profesor klinis kebidanan dan ginekologi di Fakultas Kedokteran Feinberg Universitas Northwestern di Chicago, mengatakan bahwa efek berhubungan saat menstruasi terakhir terkait dengan tumbuhnya jamur di sekitar kelamin.


Gejala infeksi jamur vagina mungkin terjadi satu minggu sebelum periode menstruasi dan efek berhubungan saat periode menstruasi terakhir dapat memperburuk gejala.


Mencegah Efek Berhubungan Saat Haid Terakhir



Apabila Anda ingin tetap berhubungan saat haid belum selesai, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah efek berhubungan saat haid terakhir.

  • Terbuka dan jujur dengan pasangan. Beri tahu bagaimana perasaan Anda tentang berhubungan seks selama menstruasi. Jika merasa ragu, sebaiknya tidak dilakukan.
  • Jika sedang memakai tampon, sebaiknya dilepaskan dulu.
  • Bentangkan handuk berwarna gelap di tempat tidur untuk mendeteksi kebocoran darah. Atau, berhubungan seks di kamar mandi atau bak mandi untuk efek berhubungan saat haid terakhir.
  • Siapkan kain lap basah atau tisu basah di samping tempat tidur untuk dibersihkan setelahnya.
  • Minta pasangan memakai kondom lateks. Ini akan melindungi dari kehamilan dan IMS.
  • Jika posisi seksual yang biasa tidak nyaman, cobalah sesuatu yang berbeda. Misalnya, Anda mungkin ingin mencoba berbaring miring dengan pasangan di belakang.


Nah, melihat banyaknya efek yang terjadi akibat berhubungan saat haid terakhir, maka sebaiknya pasangan menunggu sampai masa haidnya selesai. Setelah itu baru lakukan hubungan seks seperti biasa.


Berhubungan seks 2 hingga 3 kali seminggu juga baik untuk membantu meningkatkan angka kehamilan istri dan merangsang tubuh untuk memproduksi sperma dengan jumlah dan kualitas yang lebih banyak dan lebih bagus.