Apa Penyebab Timbulnya Jerawat di Area Kewanitaan? Wanita wajib tahu!

Apa Penyebab Timbulnya Jerawat di Area Kewanitaan? Wanita wajib tahu!


Jika mendengar kata jerawat pasti yang muncul dalam pikiran adalah masalah kulit yang mengganggu, bukan?


Sebut saja seperti jerawat yang muncul di wajah yang bisa mengganggu penampilan. Jerawat bisa muncul di bagian tubuh lainnya, seperti punggung, kulit kepala bahkan bokong.


Tahukah Anda bahwa jerawat juga bisa muncul di area kewanitaan? Nah, jerawat di area kewanitaan mirip dengan jerawat yang muncul di area tubuh lainnya.


Jerawat bisa meradang, berwarna merah, dipenuhi nanah, terasa gatal, dan memiliki berbagai ukuran. Jadi apa penyebabnya?


Penyebab Timbulnya Jerawat di Area Kewanitaan



Ada banyak faktor penyebab timbulnya jerawat di area kewanitaan.


Pada umumnya, jerawat kewanitaan muncul sebagai jerawat nanah yang mengelilingi rambut.


Kebiasaan yang mungkin bisa menjadi pemicu antara lain adalah memakai pakaian ketat setelah mencukur atau waxing bulu kemaluan.


Jerawat vagina sebenarnya bentuk folikulitis atau infeksi pada folikel. Kepadatan tinggi folikel rambut dikombinasikan dengan penghilangan rambut yang akhirnya berisiko sebabkan infeksi bakteri,” ungkap Dr. Joshua Zeichner, direktur Departemen Penelitian Kosmetik dan Klinis Dermatologi dari Mount Sinai Hospital, New York.


Untuk itu, sebaiknya perhatikan kebersihan area kewanitaan saat bercukur atau waxing.


Selain itu hindari memakai pakaian yang terlalu ketat, karena area kewanitaan yang selalu tertutup, sehingga dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.


Perubahan Hormon Dapat Berpengaruh



Ada faktor lain yang bisa mempengaruhi munculnya jerawat di area kewanitaan, salah satunya adalah perubahan hormonal.


Menurut Dr. Michelle Henry, dokter kulit di New York, mengatakan bahwa perubahan hormonal yang signifikan bisa menyebabkan munculnya jerawat termasuk di area kewanitaan.


Nah, saat haid, melahirkan atau ketika Anda menyusui, fluktuasi hormonal kerap terjadi.


Selain itu, pada dasarnya area genitalia sangat sensitif. Terlebih lagi apabila dasarnya Anda juga memiliki kulit yang sensitif. Kulit sensitif di sekitar garis vulva rentan berjerawat.


Sama seperti pori-pori di wajah yang bisa tersumbat, demikian juga pori-pori pada vulva. Untuk itu, komedo di area labia cukup umum terjadi,” ungkap Dr. Leah Millheiser, asisten klinis profesor kebidanan dan kandungan dari Stanford University.


Pada dasarnya, jerawat di area kewanitaan bukanlah kondisi yang berbahaya.


Namun, jika kondisinya semakin parah sehingga menyebabkan rasa sakit dan nyeri saat buang air kecil, maka ada baiknya Anda untuk meminta pertolongan medis.


Kuncinya adalah membersihkan area kewanitaan dengan benar dan tepat



Dilansir dari International Journal of Health Sciences and Research menunjukkan bahwa perhatian harus diberikan pada bagaimana cara menjaga kebersihan area kewanitaan.


Area kewanitaan sebaiknya tidak diberikan sabun pewangi karena dapat mengganggu keseimbangan pH. Ketika muncul jerawat di area kewanitaan, maka hal ini juga harus diperhatikan.


Cara terbaik adalah menggunakan sabun antibakteri untuk membersihkan area di sekitar area kewanitaan, bukan di dalam area kewanitaan.


Jika benjolan tersebut kronis dan mulai terasa menyakitkan, sebaiknya periksakan ke dokter.


Nah, biasanya dokter akan merekomendasikan antibiotik topikal atau bahkan oral untuk membantu mengurangi gejalanya.


Yang paling penting adalah jangan mencoba memencet jerawat vagina, karena akan dapat menyebabkan infeksi yang semakin parah.


Area kewanitaan sangat sensitif dan rawan iritasi. Nah, itulah penyebab timbulnya jerawat di area kewanitaan yang bisa diketahui.


Sebaiknya tetap jaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan dengan baik, ya!