50 Nama dan Jenis Pemanis Selain Gula Tebu

50 Nama dan Jenis Pemanis Selain Gula Tebu

Mengetahui berbagai nama pemanis selain gula tebu yang umum dicantumkan pada label makanan dan minuman penting supaya kita bisa menghindari bahaya pemanis buatan yang banyak digunakan oleh pabrik makanan dan minuman.

Terdapat banyak sekali jenis pemanis selain gula tebu, yang terbuat dari kelapa, jagung, agave, sampai tanaman sereal seperti gandum dan barley. Tapi umumnya pemanis non-tebu lebih berbahaya untuk kesehatan, dibanding gula pasir biasa.

Umumnya perusahaan makanan olahan menggunakan pemanis non-tebu karena lebih manis dan lebih murah dari gula tebu. Banyak perusahaan mencantumkan nama pemanis menggunakan nama ilmiah atau berbahasa Inggris pada label makanan yang mereka buat, untuk “menyembunyikan” jenis pemanis berbahaya yang mereka gunakan.

Karena itu, kita sebagai konsumen harus pintar jaga diri dari bahaya pemanis buatan yang berlebihan. Salah satu caranya adalah dengan mengetahui berbagai nama jenis pemanis yang banyak digunakan oleh pabrik makanan dan minuman.

Kita harus tahu berbagai nama jenis pemanis yang digunakan oleh pabrik makanan dan minuman. Karena banyak perusahaan mencantumkan istilah ilmiah pada label makanan untuk “menyembunyikannya”.

50 nama pemanis yang umum dicantumkan pada label makanan dan minuman


  1. Agave : terbuat dari tanaman agave
  2. Barley malt : dihasilkan dari biji-bijian barley
  3. Beet sugar : pemanis dari tanaman beet
  4. Blackstrap molasses
  5. Brown sugar
  6. Brown rice syrup
  7. Cane sugar
  8. Cane juice
  9. Caramel : dihasilkan dari pemanasan berbagai jenis gula
  10. Carob syrup
  11. Coconut sugar : gula kelapa
  12. Coconut palm sugar : gula terbuat dari kelapa palm
  13. Confectioner’s sugar
  14. Corn sweetener : pemanis dari jagung
  15. Corn syrup : gula jagung
  16. Crystalline fructose : pemanis olahan dari jagung
  17. Date sugar
  18. Demerara sugar
  19. Dextran
  20. Dextrose : nama lain dari glukosa
  21. Diastatic malt : dihasilkan dari proses malting, biasanya dengan gandum atau barley
  22. Diatase
  23. Ethyl maltol
  24. Evaporated cane juice : salah satu jenis gula tebu
  25. Fructose : gula dari buah-buahan
  26. Galactose : sering terdapat pada susu, tidak semanis glukosa dan fruktosa
  27. Glucomalt
  28. Glucose
  29. Golden Syrup : dihasilkan dari pemurnian gula tebu, berwarna kuning kental
  30. Grape sugar : terbuat dari anggur
  31. High-fructose corn syrup : gula jagung dengan kadar fruktosa tinggi
  32. Honey : madu, pemanis paling menyehatkan diantara semua pemanis
  33. Invert Sugar : dihasilkan dari campuran glukosa dan fruktosa
  34. Lactose : laktosa, dihasilkan dari galaktosa dan glukosa, ditemukan dalam susu
  35. Maltodextrin
  36. Maltose : gula malt, dihasilkan dari gandum atau barley
  37. Malt syrup : dihasilkan dari proses malting gandum atau barley
  38. Maple syrup : dihasilkan dari tanaman maple
  39. Molasses : gula hitam dari penyulingan tebu
  40. Palm sugar
  41. Panocha : dihasilkan dari kecambah gandum
  42. Raw sugar
  43. Rice syrup : dihasilkan dari proses malting beras
  44. Refiner’s syrup
  45. Sorbitol : gula alkohol dengan rasa manis yang diserap perlahan oleh tubuh
  46. Sorghum : terbuat dari tanaman sorghum
  47. Sucrose : gula pasir perpaduan glukosa dan fruktosa
  48. Treacle : nama lain sirup gula
  49. Turbinado Sugar : gula hasil ekstrak tebu murni
  50. Xylose

Pemanis biasanya ditambahkan pada makanan olahan yang banyak dijual di pasaran seperti roti, permen, kue, produk susu, sereal, dan sebagainya.

Efek berbahaya dari terlalu banyak mengkonsumsi gula dan pemanis tambahan adalah: batu ginjal, depresi, diabetes tipe 2, obesitas, pengeroposan gigi, sakit jantung, ingatan lemah, tulang lemah, peradangan, jerawat dan memperparah keriput.

Tentu saja, efek berbahaya ini tidak berlaku bagi honey (madu), karena madu adalah satu-satunya pemanis alami yang sehat di antara pemanis lain.