Featured Post

Featured

Mau Tahu Caranya Negosiasi buat Naik Gaji?

Menegosiasikan kenaikan gaji bisa jadi sulit. Baik itu ketika akan memulai pekerjaan baru atau hendak mengajukan kenaikan gaji dengan atasa...

4 Hal yang harus Anda Perhatikan sebelum berinvestasi Emas

4 Hal yang harus Anda Perhatikan sebelum berinvestasi Emas


Guna memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meningkat maka sangat penting untuk menentukan bentuk tabungan dan investasi. Selama ini investasi merupakan salah satu bentuk pengelolaan keuangan yang dilaksanakan dengan baik.


Jenis investasi yang paling populer dan banyak digunakan adalah investasi emas. Hal ini karena dibandingkan dengan jenis investasi lain (seperti reksa dana, saham, obligasi atau deposito), investasi emas dianggap sebagai investasi yang paling menguntungkan dan tidak terlalu berisiko.


Namun sebelum berinvestasi emas, sebaiknya Anda memahami empat hal berikut ini.


1. Beli dan Jual emas pada waktu yang tepat


Waktu yang tepat adalah salah satu kunci berinvestasi emas. Fluktuasi atau perubahan harga emas menuntut kita untuk bisa memprediksi kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual emas.


Untuk hasil terbaik, beli emas saat harga turun dan jual emas saat harga naik. Untuk mengetahui harga emas, Anda bisa mengeceknya di website PT Aneka Tambang Tbk (Antam).


2. Periksa keaslian emas


Tidak semua emas yang dijual di toko itu asli, jadi penting untuk memeriksa keaslian emas yang Anda beli. Jangan sampai Anda membeli emas palsu, ya.


Di Indonesia, emas asli biasanya sudah memiliki sertifikat yang diterbitkan oleh PT Antam. Sertifikat tersebut bersifat internasional dan diakui oleh London Bullion Market Association (LBMA).


3. Emas dalam bentuk logam mulia


Jika ingin melakukan investasi jangka panjang, sebaiknya tidak membeli emas untuk perhiasan. Sebab, pada saat pembelian dan penjualan akan dikenakan biaya produksi. Selain berat emas, biaya pembuatan perhiasan juga dihitung. Semakin kompleks bentuk emas yang Anda beli, semakin mahal juga biaya yang Anda keluarkan.


Oleh karena itu, yang terbaik adalah membeli logam mulia murni dengan kadar emas 99,9%. Biasanya emas jenis ini diproduksi dan memiliki sertifikat PT Antam.


4. Siapkan dana darurat terlebih dahulu


Tabungan dalam keluarga sangat penting untuk situasi darurat. Namun secara fundamental, berinvestasi dalam emas bukanlah cara menabung yang sesuai. Emas adalah investasi jangka panjang dan tidak mudah dilikuidasi kapan saja. Karena harga emas lebih rendah dari harga beli pada saat dibutuhkan, Anda akan rugi jika menjualnya.


Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, sebaiknya persiapkan tabungan Anda sebagai dana darurat. Semoga tips ini bermanfaat!

Investasi yang Cocok untuk Keluarga Muda

Investasi yang Cocok untuk Keluarga Muda


Anda dan pasangan harus mengetahui investasi yang cocok untuk keluarga muda, karena banyak faktor darurat yang dapat mengganggu penyusunan rencana keuangan.


Mungkin tidak sulit untuk menikah dan memulai sebuah keluarga. Tapi bagaimana membangun keluarga yang sejahtera?


Banyak keluarga muda yang menghadapi masalah keuangan karena perencanaan keuangan yang buruk.


Jangankan memiliki rumah dan tabungan masa depan. Tidak jarang keluarga muda juga memiliki hutang yang belum lunas dibayar.


Nah, sebelum hal itu terjadi, Anda dan pasangan harus membuat perencanaan keuangan yang matang.


Selain itu, Anda dan pasangan juga harus mulai mempertimbangkan investasi untuk mencapai resolusi keuangan keluarga.


Misalnya memiliki rumah, memiliki kendaraan, biaya pendidikan anak, hingga kelahiran anak kedua, dan sebagainya.


Investasi apa yang cocok untuk keluarga muda? Mari kita cari tahu!


1. Saham



Investasi saham belakangan ini sangat populer. Berinvestasi di saham tidak membutuhkan uang yang banyak, hanya dengan 100 ribu rupiah saja.


Namun jika Anda atau pasangan sudah paham dengan investasi saham, maka menambah investasi tidak ada salahnya. Tidak ada salahnya mengambil sedikit risiko, tapi tetap harus diperkirakan ya.


2. Properti



Properti juga merupakan investasi yang menjanjikan. Harga properti tidak pernah turun dari waktu ke waktu. Di sisi lain, harga bisa berlipat ganda hanya dalam beberapa tahun.


Jika Anda dan pasangan sudah memiliki rumah pribadi, tidak ada salahnya membeli rumah lagi untuk investasi.


3. Tabungan



Anda dan pasangan tidak memiliki modal yang cukup untuk berinvestasi di properti atau saham, maka Tabungan bisa menjadi solusi. Usahakan memilih fasilitas tabungan berjangka, waktunya bisa ditentukan sesuai dengan kebutuhan.


Tabungan berjangka biasanya memiliki tingkat bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa. Jenis investasi ini sangat cocok untuk Anda dan pasangan dengan gaji bulanan Anda.


4. Deposito



Jika Anda dan pasangan memiliki dana yang cukup banyak, tidak ada salahnya membuka deposit. Jangka waktunya dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Nah, suku bunga deposito ini juga lebih tinggi dari tabungan biasa atau tabungan berjangka.


5. Logam Mulia



Logam mulia juga merupakan salah satu investasi paling populer. Investasi emas aman karena harganya stabil. Bahkan jika naik atau turun, tidak akan terjun bebas. Emas batangan sekarang lebih mudah diperoleh. Pastikan untuk membeli di tempat terpercaya!


6. Bisnis Kecil



Bisnis adalah jenis investasi lain yang dapat Anda dan pasangan lakukan. Tahukah Anda, usaha kecil yang dimulai sebagai hobi memang sangat menjanjikan lho. Tapi ingat, Anda dan pasangan Anda harus memiliki komitmen yang tinggi untuk mengelola bisnis tersebut.


7. Asuransi Jiwa



Nah, pilihan investasi yang terakhir adalah asuransi jiwa.


Jika Anda dan pasangan menabung saat Anda mulai berkeluarga, pastikan tabungan tersebut dilindungi oleh asuransi.


Dengan cara ini, dalam keadaan darurat (seperti meninggal atau sakit), Anda dan pasangan tidak perlu khawatir mengenai tabungan.


Ini adalah beberapa pilihan investasi yang cocok bagi keluarga muda untuk mengambil keputusan keuangan. Selamat mencoba!

Pentingnya Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Awal

Pentingnya Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Awal


Walaupun anak-anak masih kecil, sebaiknya segera persiapkan dana pendidikan untuk memastikan masa depan mereka.


Setiap orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya.


Sejak anak masih dalam kandungan, maka perlu memperhatikan asupan gizi dan nutrisi agar janin tumbuh dengan baik.


Setelah lahir, tumbuh kembang setiap anak juga menjadi perhatian orang tua.


Orang tua juga harus melakukan persiapan penting sejak awal, yaitu menyiapkan dana pendidikan anak.


Saat ini banyak sekolah swasta dan negeri berlomba-lomba memberikan kualitas dan fasilitas terbaik.


Opsinya juga berbeda, tetapi hal ini tentu saja akan dipengaruhi oleh anggaran yang dikeluarkan.


Oleh karena itu, selain untuk kebutuhan keluarga sehari-hari, Anda dan pasangan juga perlu mempersiapkan dana untuk pendidikan anak Anda sejak awal, walaupun mereka masih sangat muda dan belum bersekolah.


Alasan Pentingnya Menyiapkan Dana Pendidikan


Fakta bahwa SPP (biaya sekolah) saat ini sangat bervariasi, harganya yang mahal dan bisa naik dari tahun ke tahun menjadi alasan penting untuk mempersiapkan dana pendidikan anak sejak awal.



Semuanya juga sebanding dengan fasilitas yang akan terus berkembang di masa mendatang.


Konsultan perencanaan keuangan Annissa Sagita mengungkapkan hal tersebut langsung dalam diskusi di komunitas Kulwap Orami, Rabu (20/3).


Anissa berkata: “Jangan heran jika biaya taman kanak-kanak / prasekolah anak Anda sama atau lebih tinggi dari biaya kuliah pertama Anda.


Annissa mencontohkan biaya pendidikan saat ini, mulai dari taman kanak-kanak saja, biaya masuk (UP) sekitar 8-16 juta, dan uang sekolah antara 800 ribu hingga 1 juta.


Semakin tinggi jenjang pendidikan maka semakin tinggi pula biaya yang harus ditanggung.


Anissa juga mengatakan: “Kenaikan biaya pendidikan per sekolah berkisar antara 8% hingga 25% per tahun. Misalnya jika naik 15% maka biaya masuk akan naik dari Rp 16 juta menjadi Rp 21 juta hanya dalam waktu 2 tahun saja”.


Karenanya, ini menjadi alasan penting untuk mempersiapkan dana pendidikan bagi anak usia dini.


Tetapi kenyataannya, menyisihkan uang saja tidak cukup hanya untuk menabung. Perencanaan keuangan jangka panjang sangat diperlukan.


Bagaimana Cara Menyiapkan Dana Pendidikan untuk Anak?



Jika Anda sudah mengetahui bahwa biaya pendidikan akan semakin tinggi ke depannya, bagaimana Anda mempersiapkan dana untuk pendidikan anak Anda sejak awal?


Apalagi kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi cukup banyak, sehingga menabung dana pendidikan akan semakin sulit.


Mungkin ini pertanyaan yang membuat Anda bingung saat ini, ya, Bun.


Hal pertama yang harus dilakukan adalah berdiskusi dengan suami Anda.


Tahapan ini penting karena kedua orang tua harus memiliki tujuan, visi dan misi yang sama dalam hal pembiayaan pendidikan anak.


Jika sudah memiliki tujuan yang jelas maka akan lebih mudah untuk dicapai.


Anda harus cari informasi sekolah yang tepat untuk anak Anda. Setelah itu hitung kisaran biaya pendidikan yang harus dikeluarkan. Lalu hitung berapa yang harus kamu investasikan, kemudian tentukan produk keuangan investasi mana yang akan dipilih,” kata Anisa yang juga secara aktif mengajar kelas-kelas sosialisasi perencana keuangan pemula.


Cara mengumpulkan uang paling tepat untuk dana pendidikan adalah dengan menggunakan investasi.


Ada tiga jenis investasi, yaitu jangka pendek, menengah, dan panjang.


Namun, jika anak Anda sudah mulai bersekolah kurang dari setahun, harap hindari berinvestasi.


Untuk dana pendidikan sebaiknya menggunakan investasi jangka menengah 1-5 tahun dan investasi jangka panjang lebih dari 5 tahun. Semakin lama jangka waktunya, maka Anda bisa mengambil produk investasi yang semakin agresif”. Ungkap Anissa.


Untuk menentukan investasi mana yang cocok, Anda bisa berbicara dengan partner Anda dan bertemu dengan penasihat keuangan.


Sejak usia dini, persiapkan yang terbaik untuk masa depan anak Anda, ya!

Penyebab Sering Bisulan, Gejala Penyakit atau bukan?

Penyebab Sering Bisulan, Gejala Penyakit atau bukan?

Bisul disebabkan oleh Bakteri Staphylococcus dan muncul sebagai kemerahan dan bengkak pada kulit, dengan sekresi putih-kuning berisi nanah.



Meskipun seseorang sering mengalami bisulan ini telah menerima pengobatan dan muncul kembali pada waktu yang berbeda. Lantas, gejala penyakit apa yang menyebabkan sering bisulan? Seiring berjalannya waktu, apakah bisulan yang sebenarnya akan berlanjut?


Tempat bisulan yang paling umum adalah wajah, leher belakang, ketiak, paha, dan bokong.


Guna menjawab kecemasan yang sering bisulan, dan gejala penyakit apa, yuk kita simak penjelasan dan gejala orang yang sering bisulan.


Sering Bisulan, Gejala Penyakit Apa?


Bisul (juga disebut furunkel) dimulai dengan infeksi yang menyakitkan pada folikel rambut. Bisul mungkin bisa tumbuh lebih besar dari bola golf, dan biasanya terjadi di pinggul, wajah, leher, ketiak, dan selangkangan.


Ada berbagai macam bentuk dan jenis bisul, dan ada juga yang terjadi di dalam kulit atau biasa disebut karbunkel.


Bakteri Staphylococcus dapat menyebabkan berbagai macam infeksi, mulai dari yang relatif ringan hingga yang parah dan mengancam jiwa.


Menurut Mount Sinai, perlu Anda ketahui bahwa seringnya bisulan bisa jadi merupakan gejala dari penyakit-penyakit berikut, di antaranya:

  • Abses pada kulit, sumsum tulang belakang, otak, ginjal, atau organ lainnya.
  • Infeksi otak.
  • Infeksi jantung.
  • Infeksi tulang.
  • Infeksi darah atau jaringan (sepsis).
  • Infeksi sumsum tulang belakang.
  • Penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain atau permukaan kulit.
  • Bekas luka permanen.


Bagi orang yang sering bisulan, komplikasi dapat terjadi dan situasi berikut mungkin ditemui:

  • Disertai demam atau meriang.
  • Terus membesar dan sangat nyeri.
  • Berjumlah lebih dari satu buah di lokasi yang sama. Jenis ini dikenal dengan bisul sabut atau karbunkel, dan kondisi ini tergolong infeksi yang lebih serius.
  • Tumbuh di dalam hidung, di wajah, atau tulang belakang.
  • Tidak kunjung sembuh selama lebih dari 14 hari.
  • Sering kambuh.
  • Memiliki masalah dengan sistem imun atau dalam pengobatan yang mengganggu sistem imun dan muncul bisul.


Sering bisulan, gejala penyakit infeksi lebih serius dan bisa terjadi keracunan darah (sepsis).


Lingkup infeksi ini dapat berupa infeksi yang relatif kecil di lapisan dalam kulit, seperti selulitis. Hingga terjadi infeksi yang lebih serius, seperti keracunan darah (sepsis).


Beberapa orang yang sering bisulan dan mengalami hal serupa perlu segera berkonsultasi ke dokter untuk menjawab kekhawatiran Anda, yaitu, “sering bisulan gejala penyakit apa?”.


Gejala Bisulan yang Perlu Diwaspadai

Bisul tidak berbahaya dan bisa sembuh sendiri. Namun, jika dibiarkan berkembang dan sering bisulan, itu mungkin merupakan tanda penyakit serius.



Oleh karena itu, tidak disarankan untuk memencet bisul atau sengaja menusuknya.


Menurut Klinik Cleveland, yang perlu diperhatikan, jika mengalami gejala-gejala berikut, sebaiknya konsultasikan ke dokter:

  • Timbul benjolan merah jauh di dalam kulit dan disertai helaian rambut halus.
  • Nyeri, terutama saat disentuh, dan di tempat tertentu di tubuh (seperti hidung atau telinga).
  • Ukuran dapat bervariasi dari kacang polong ke bola golf.
  • Muncul cairan berwarna kuning keputihan yang dapat pecah dan mengeluarkan nanah.
  • Dapat menyebar ke kulit di sekitarnya, menciptakan karbunkle.
  • Bisul tampak seperti benjolan merah, bengkak, dan nyeri di bawah kulit.


Saat infeksinya semakin parah, biasanya area nanah bisul akan mengalir ke area kulit lain. Anda juga bisa mengalami demam dan umumnya merasa mual. Demam mungkin terjadi apabila bisul berubah menjadi karbunkel, menurut Harvard Health Publishing.


Sebelum bisul akan muncul, kulit mungkin akan terasa gatal. Setelah bisul mulai terbentuk, Anda akan merasa perih atau sakit. Jika Anda mengalami demam atau menggigil, segera temui dokter.


Waktu Terbaik untuk Menemui Dokter


Bisul akan hilang sendirinya dengan perawatan alami di rumah. Namun, bisul dapat menyebabkan komplikasi jika tidak kunjung sembuh dan semakin parah.



Jika Anda mengalami demam atau nyeri akibat bisul, dan jika Anda mengalami gejala berikut, segera cari pertolongan medis:

  • Bisul muncul di wajah atau memengaruhi penglihatan.
  • Memburuk dengan cepat atau sangat menyakitkan.
  • Menyebabkan demam.
  • Menjadi lebih besar meskipun sudah perawatan diri.
  • Belum sembuh dalam dua minggu.
  • Infeksi berulang.


Risiko Orang Terkena Bisul



Menurut Mayo Clinic, siapapun bisa bisulan atau karbunkel. Orang yang melakukan kontak dekat dengan seseorang yang menderita infeksi bakteri Staph berisiko mengalami bisul.


Para penderita diatebes juga dapat meningkatkan risiko mengalami bisul karena tubuh sulit untuk melawan infeksi pada tubuh, termasuk infeksi bakteri pada kulit. Orang dengan penyakit kulit lain (seperti jerawat dan eksim) juga rentan muncul bisul.


Vitamin dan antioksidan harus dikonsumsi untuk melawan infeksi di dalam tubuh. Menurut laporan dari National Center for Biotechnology Information, akibat kekebalan yang lemah, mudah bagi sebagian orang untuk terkena bisul atau karbunkel.


Seperti yang telah disinggung di atas, jika setelah sekian lama bisul tidak sembuh, penularannya lebih dari satu kali dan disertai demam, sebaiknya segera hubungi dokter.


Dokter akan memberikan pengobatan antibiotik yang sesuai melalui pengobatan topikal  (obat oles) atau minum.


Beberapa penanganan bisul yang dapat dilakukan antara lain:

  • Kompres hangat tiga kali sehari.
  • Bersihkan bisul yang pecah dengan antiseptik.
  • Gunakan kasa steril bila bisul pecah untuk membersihkan nanah yang keluar.
  • Konsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen bila tidak ada kontraindikasi misal alergi obat tersebut.


Semoga Anda segera pulih dan jangan ragu untuk ke dokter apabila sering bisulan, ya!

Apakah Efektif Menggunakan Jamu dan Obar Tradisional untuk Mengobati COVID-19?

Apakah Efektif Menggunakan Jamu dan Obar Tradisional untuk Mengobati COVID-19?


Jamu atau obat tradisional sudah dipercaya ratusan tahun dalam pengobatan berbagai penyakit. Oleh karena itu, setiap terjadi wabah pengobatan tradisional selalu dianggap sebagai salah satu jawaban untuk pencegahan. Ketika wabah COVID-19 pertama kali menyebar, pemerintah China langsung menetapkan beberapa jenis obat tradisional sebagai terapi pelengkap, kemudian para ahli China melakukan uji klinis terhadap beberapa obat tradisional tersebut sebagai salah satu pilihan pengobatan.


Selain itu, jamu atau obat tradisional juga menjadi pilihan untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari infeksi.


Apakah obat herbal atau obat tradisional terbukti efektif membantu mencegah dan mengobati COVID-19?


Potensi jamu dan obat tradisional dalam pengobatan pasien COVID-19


Sebelum membahas lebih lanjut, saya ingin tegaskan bahwa cara paling penting untuk mencegah penularan COVID-19 adalah dengan melakukan 3M (pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak).


Sampai saat ini, tidak ada bukti klinis bahwa suplemen apa pun dapat mencegah atau melindungi seseorang dari infeksi COVID-19. Kami telah mendengar tentang suplementasi vitamin C, vitamin D3, zinc, probiotik, dll., Tetapi tidak ada bukti ilmiah bahwa nutrisi ini secara khusus dapat mencegah penyebaran COVID-19.


Meski begitu, maraknya jamu atau obat tradisional saat pandemi COVID-19 bukan tanpa alasan. Pemerintah China secara resmi mengumumkan bahwa pengobatan tradisionalnya dapat meredakan gejala, mempercepat pemulihan dan mengurangi angka kematian akibat COVID-19. Meskipun tidak ada uji klinis khusus, China menggunakannya langsung di rumah sakit untuk pasien COVID-19.


Saat selama terjadi pandemi COVID-19, potensi pengobatan tradisional semakin terlihat, dengan banyaknya testimoni dari masyarakat dan penelitian bioinformatika. Artinya, penelitian in-silico, simulasi komputer yang menunjukkan bahwa senyawa aktif dari obat tradisional atau herbal dapat berikatan dengan protein virus SARS-CoV-2.


Apa sebenarnya pengobatan tradisional itu?


Menurut peraturan BPOM, obat tradisional dibagi menjadi tiga kategori. Yang pertama adalah jamu, yang sudah digunakan secara turun-temurun dalam bentuk herbal dan sudah terbukti pengalaman diturunkan dari generasi ke generasi.


Jenis yang kedua disebut herbal terstandar, yaitu obat tradisional yang bahan bakunya sudah terstandar dan telah melalui uji praklinik, uji keamanan dan efektivitas pada hewan.


Ketiga, disebut fitofarmaka, yaitu obat herbal terstandar yang telah teruji secara klinis, termasuk uji keamanan dan efektivitas manusia.


Selama ini Indonesia memiliki catatan pengalaman dalam menggunakan obat tradisional untuk mengatasi wabah virus influenza yang merebak pada tahun 1918. Ketika flu merebak tahun itu, obat farmasi konvensional sulit didapat di Indonesia, sehingga obat tradisional banyak digunakan di Indonesia. Mengatasi wabah virus influenza (flu spanyol) yaitu jamu cabe puyang dan jamu temulawak.


Oleh karena itu, meskipun studi klinis belum dilakukan, jamu yang digunakan selama epidemi flu mungkin relevan digunakan untuk pengobatan COVID-19. Seperti di China, China juga langsung menguji obat tradisionalnya.


Obat tradisional sebagai Imunomodulator


Imunomodulator adalah salah satu zat atau lebih yang dapat memulihkan ketidakseimbangan sistem kekebalan tubuh yang dapat terganggu dengan mengaktifkan mekanisme pertahanan tubuh.



Tanaman obat dengan khasiat imunomodulator biasanya tidak hanya memperkuat sistem kekebalan tubuh, tetapi juga memiliki khasiat antiradang (anti-inflamasi). 


Tanaman obat yang sudah terbukti memiliki khasiat imunomodulator antara lain:

  • Temu mangga
  • Temulawak
  • Kunyit
  • Meniran
  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Jahe


Tanaman obat yang terbukti secara ilmiah dengan khasiat imunomodulator:

  • Temulawak
  • Bawang putih
  • Rimpang kunyit
  • Kembang lawang
  • Jahe
  • Daun sirsak
  • Buah jambu biji
  • Daun kelor (moringa oleifera)


Tanaman obat sebagai imunomodulator telah diteliti secara klinis pada pasien COVID-19

  • Herba meniran
  • Herba echinacea
  • Jintan hitam (habbatussauda)


Penelitian tentang pengobatan tradisional sebagai imunomodulator untuk penderita COVID-19 telah banyak dilakukan di berbagai daerah / negara. Misalnya, Pakistan telah melakukan uji klinis tentang efektivitas kombinasi jintan hitam dan madu pada pasien COVID-19. Studi ini membuktikan bahwa kombinasi dua obat tradisional dapat secara signifikan membantu mengobati gejala pasien COVID-19.


Ini adalah data yang berharga, meskipun masih perlu dibuktikan secara klinis melalui uji klinis yang lebih besar.


Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan pedoman penggunaan suplemen herbal dan kesehatan terkait COVID-19. Oleh karena itu, meski belum banyak penelitian yang membuktikan keefektifan klinis obat herbal bagi penderita COVID-19, pengobatan tradisional tetap dianjurkan.


Kami dari Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) juga sudah melakukan berbagai upaya. Misalnya uji klinis jamu atau obat herbal imunomodulator asli Indonesia untuk mengobati COVID-19 di Indonesia yang dilakukan oleh PDPOTJI saat ini sedang dalam proses penulisan laporan akhir.


Kami berharap dapat memberikan saran dalam penanganan wabah COVID-19 di Indonesia.

Tips Wanita Buang Air Kecil di Pegunungan

Tips Wanita Buang Air Kecil di Pegunungan

“Kalau naik gunung, bagaimana kalau ingin buang air kecil?” Ini adalah pertanyaan klasik yang sering ditanyakan oleh para gadis sebelum pendakian pertama.



Wanita itu rumit. Apalagi saat akan menanjak. Banyak hal yang harus disiapkan. Wanita tidak hanya membawa perlengkapan memanjat, tetapi wanita selalu memiliki tisu basah, tisu kering, deodoran, tabir surya, pembersih wajah, dan peralatan pribadi lainnya yang hanya dibutuhkan anak perempuan. Bukankah begitu?


Tak hanya itu, masalah buang air kecil pun menjadi perhatian utama yang selalu dikhawatirkan para wanita saat naik gunung. Coba lagi, pasti ada satu atau dua teman wanita yang akan menanyakan pertanyaan seperti itu,


"Kalau mendaki gunung seperti itu, bagaimana kalau kencing? Apa ada toilet di gunung?"


Ya itu. Sebenarnya ada toilet di gunung. Namun, tidak semua gunung memiliki fasilitas tersebut. Mungkin hanya Gunung Papandayan yang menyediakan toilet bersih bagi pendaki.


Jika demikian, suka atau tidak suka, Anda harus menggunakan "toilet alam" di tengah pendakian. Bagi kebanyakan pria, masalah buang air kecil mungkin tidak perlu dikhawatirkan. Selama masih ada semak atau pohon, semuanya aman. Namun, ini tidak berlaku untuk wanita.


Lantas, bagaimana cara buang air kecil yang aman dan nyaman bagi wanita?


1. Tentu, Anda harus mengetahui area buang air kecil yang Anda incar


Perhatikan lingkungan sekitar. Temukan tempat yang tenang, seperti di balik semak-semak atau pepohonan. Aman dari sudut pandang pendaki lain.


2. Anda juga harus mengajak teman, jangan buang air kecil sendirian


Sepertinya hal ini tidak pernah diabaikan oleh para wanita itu. Sudah menjadi tradisi, kalau mau pipis pasti ajak teman. Untuk menemani dan jagain. Sekalian rumpi bareng.


“eh,eh, tetangga tenda ganteng ya bo’ .. “


3. Hal-hal yang tidak boleh terlewatkan, harap membawa tisu basah dan tisu kering


Agar menjaga kebersihannya setiap saat.


4. Jika kencing di malam hari, jangan lupa membawa senter


YAIYALAH!


5. Oh ya, jangan lupa "permisi" dulu


Percaya atau tidak, digunung itu memang dihuni oleh banyak makhluk tak terlihat atau kasat mata. Oleh karena itu, jangan buang air kecil secara sembarangan, apalagi jika sambal melamun. Nanti bisa kesurupan.


6. Jika tidak ada semak atau bebatuan, Anda bisa menggunakan matras atau ponco sebagai penutup


Untuk membuatnya lebih nyaman dan melindungi privasi Anda. Tidakkah Anda ingin pendaki lain melihat area pribadi Anda?


7. Metode terakhir adalah dengan menggunakan Female Urination Devices (FUDs) / Stand to Pee Devices (STP) alias alat bantu buang air kecil berdiri


Barangkali, bagi banyak perempuan di Indonesia, menggunakan FUD atau STP untuk pipis berdiri masih dianggap tabu. Tapi percayalah, ketika kamu dalam keadaan darurat, kamu ingin buang air kecil di gunung, alat ini sangat berguna untuk kalian para wanita.


Sekarang, alat tersebut banyak dijual di toko online. Harganya pun terjangkau. Untuk berjaga-jaga, jika Anda akan mendaki gunung, sebaiknya bawa alat ini.


Jika sudah melengkapi tips di atas, mohon jangan lakukan ini saat buang air kecil di gunung.


1. Buang air kecil di pinggir tebing, terutama di tengah jalur pendakian


Bahaya! Kamu bisa saja jatuh ke jurang sampai malu banget karena kencing di tengah jalan, eh ketahuan oleh pendaki lain.


2. Buang sampah tisu di tempat Anda buang air kecil


Please .. cukup kenangan mantan aja yang tinggal, sampahmu jangan.


3. Buang air di dekat aliran air


Karena urine Anda akan mengotori aliran air. Nyatanya, banyak warga di gunung tersebut mengonsumsi air dari gunung tersebut.


4. Pipis sambil memikirkan mantan


Buang waktu!


Jika Anda mengikuti semua tips di atas, kencing di gunung tak lagi ribet. Hiking sangat nyaman dan sangat menyenangkan. Jadi, tips pendakian apalagi yang Anda butuhkan?

Cara Penggunaan Sunblock pada Tubuh dan Wajah

Cara Penggunaan Sunblock pada Tubuh dan Wajah

Kebanyakan orang beranggapan bahwa menggunakan sunblock sama dengan menggunakan hand lotion dan body lotion, yaitu hanya dapat dioleskan pada tubuh atau wajah satu kali sebelum beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Padahal, jika Anda menginginkan perlindungan matahari yang lebih baik, Anda harus mengikuti banyak aturan.



Nah, Talk Sehat kali ini akan memberikan informasi bagaimana cara menggunakan sunblock dengan benar pada tubuh dan wajah. Namun, izinkan Talk Sehat mengomunikasikan beberapa tips penting tentang memilih sunblock yang terbaik.


Tips Memilih dan Memakai Sunblock yang Aman


Saat ini, produk tabir surya bisa dijual secara bebas. Setiap produk memiliki keunggulannya masing-masing. Namun sebagai konsumen, kita harus bijak memilih sunblock yang aman dan benar-benar dapat melindungi kulit.



Bagi yang baru akan membeli sunblock dan menggunakannya untuk pertama kali, simak tips penting berikut ini!


Pilih yang SPF-nya Tepat


Jika Anda pernah memperhatikan bahwa SPF tertulis di kemasan setiap produk sunblock. Sun Protector Factor (SPF) ini menentukan daya tahan sunblock terhadap kulit. Dihitung sebagai 1 SPF x 15 menit. Jika menggunakan sunblock dengan SPF 15 rumus perhitungannya adalah 15 SPF x 15 menit = 225 (menit). Artinya, Anda harus mengaplikasikan ulang sunblock setiap 225 menit untuk melindungi kulit Anda.


Padahal, jika Anda hanya aktif di dalam ruangan, Anda hanya perlu menggunakan produk tabir surya SPF 15, tetapi jika Anda sangat aktif di luar ruangan pada siang hari, sebaiknya gunakan produk tabir surya dengan SPF 30 ke atas.


Kulit Gelap Tetap Butuh Sunblock


Siapa bilang sunblock hanya perlu dipakai oleh pemilik berkulit putih? Orang dengan kulit gelap juga membutuhkan sunblock. Perlu Anda ingat bahwa sunblock tidak hanya mencegah kulit menjadi gelap, tetapi juga mencegah kulit terbakar sinar matahari.


Terlepas dari warna kulit Anda, Anda tetap harus memberikan perlindungan terhadap sinar matahari saat berada di luar ruangan pada siang hari. Sinar matahari yang mengandung sinar UVA dan UVB dapat merusak dan menyebabkan penyakit kulit. Nah, kehadiran sunblock membantu mencegah paparan sinar UVA dan UVB pada kulit.


Wajib Dipakai Saat Beraktivitas di dalam Ruangan


“Saya bekerja di sebuah gedung, dan tentunya kulit saya tidak terkena sinar matahari…” Nah, mungkin Anda pernah memikirkannya juga. Faktanya, sinar matahari dapat menembus kaca di gedung Anda, dan paparan sinar UVA dan UVB masih tak terhindarkan.


Oleh karena itu, meskipun Anda selalu berada di dalam ruangan, Anda harus menggunakan sunblock. Pilih sunblock SPF 15 hanya jika Anda ingin memakainya di dalam ruangan.


Oleskan Sunblock Secukupnya


Untuk melindungi kulit dari sinar matahari, Anda harus mengoleskan sunblock secukupnya. Jangan gunakan sunblock terlalu banyak atau terlalu sedikit. Gunakan secukupnya dan oleskan selama beberapa jam.


Berikan Perlindungan Ekstra


Anda telah berhasil menggunakan sunblock sebagai pelindung untuk melindungi kulit Anda dari sinar matahari. Namun, jika Anda juga memberikan perlindungan ekstra saat memakai sunblock, itu benar. Tindakan perlindungan lain yang dimaksud bisa berupa kosmetik atau bentuk perawatan kulit yang mengandung tabir surya atau SPF.


Pilihan perlindungan tambahan lainnya adalah dengan menggunakan topi atau penutup kepala yang menutupi area wajah. Untuk kulit tubuh bisa dikenakan baju lengan panjang, jaket atau sarung tangan. Tahukah Anda, perlindungan sederhana seperti ini bisa mencegah kerusakan kulit atau luka bakar.


Cara Menggunakan Sunblock yang Benar


Walaupun terkesan sederhana, ternyata penggunaan sunblock yang benar itu sangat ribet. Ada berbagai cara mengaplikasikan sunblock pada kulit tubuh dan wajah, apalagi jika ingin memadukan sunblock ini dengan riasan atau make up.



Berikut ini adalah panduan bagaimana menggunakan tabir surya yang benar untuk melindungi kulit Anda dari sinar UVA dan UVB di bawah sinar matahari.


1. Di Wajah Tanpa Make Up


Ingin melindungi wajah dari sinar UVA dan UVB? Yuk, oleskan sunblock di kulit wajahmu. Untuk melindungi wajah Anda, Anda harus memilih sunblock yang cocok untuk kulit wajah. Jangan sekali-kali menggunakan sunblock untuk kulit tubuh pada kulit wajah.


  • Pertama cuci muka dengan sabun. Anda juga bisa menggunakan produk pembersih untuk membersihkan kotoran, keringat dan sisa riasan di wajah Anda.
  • Gunakan dua jari untuk mengoleskan sunblock, lalu oleskan secara merata ke seluruh bagian wajah, termasuk leher.
  • Biarkan sunblock selama 30 menit sebelum keluar.


Pastikan untuk menggunakan sunblock sebelum kulit mulai terpapar sinar matahari setidaknya selama 30 menit. Berikan waktu agar tabir surya meresap ke dalam kulit Anda untuk memberikan perlindungan yang maksimal.


2. Di Wajah dengan Kosmetik


Meskipun Anda telah menggunakan kosmetik yang mengandung SPF, Anda tetap harus mengaplikasikan sunblock khusus pada wajah Anda. Sunblock akan memberikan perlindungan dan membuat sinar UVA dan UVB sulit menembus.


Berikut cara memadukan sunblock dengan kosmetik:

  • Bersihkan kulit wajah dengan sabun pencuci muka atau pembersih wajah (cleanser).
  • Oleskan pelembab wajah yang lembut untuk mencegah kulit kering menggunakan sunblock dalam beberapa jam.
  • Gunakan dua jari untuk mengoleskan sunblock wajah, lalu segera oleskan secara merata ke seluruh area wajah dan leher.
  • Biarkan kulit wajah selama 15 menit, lalu segera aplikasikan kosmetik untuk merias wajah Anda.


Gunakan sunblock dalam kosmetik hanya sekali. Anda tidak mungkin melakukan retouch sunblock tanpa merias ulang wajahmu. Karenanya, pilihlah sunblock dengan SPF 30-50 agar dapat melindungi kulit wajah Anda.


3. Di Tubuh



Bukan hanya area wajah yang membutuhkan sunblock. Kulit tubuh juga harus ditutup dengan sunblock. Seharusnya lebih mudah mengaplikasikan sunblock pada kulit tubuh karena tidak perlu memadukannya dengan make up.


Berikut panduan penggunaan sunblock yang benar pada tubuh:

  • Bersihkan seluruh bagian tubuh terlebih dahulu dengan cara mandi menggunakan sabun.
  • Keringkan badan, lalu oleskan setipis mungkin hand and body lotion ke seluruh bagian tubuh.
  • Setelah didiamkan selama 15 menit, oleskan sunblock secukupnya ke seluruh tubuh. Jika sunblock Anda adalah berbentuk semprotan, Anda hanya perlu menyemprotkan sedikit semprotan ke kulit Anda dan mengoleskannya dengan tangan.


Anda juga perlu mengoleskan sunblock pada kulit sebelum terkena sinar matahari selama 30 menit. Meski tidak terkena sinar matahari langsung, sebaiknya tetap rutin memakai sunblock.

Perbedaan Antara Sunscreen dan Sunblock

Perbedaan Antara Sunscreen dan Sunblock

Kebanyakan orang mengira bahwa sunscreen dan sunblock adalah produk yang sama. Mereka semua memiliki kemampuan untuk melindungi kulit dari sengatan matahari. Namun benarkah kedua produk ini memiliki kandungan dan manfaat yang sama?



Sebelum beraktivitas di bawah sinar matahari, masyarakat menggunakan sunblock atau sunscreen untuk melindungi kulitnya. Nah, produk tabir surya ini memang memiliki "judul" yang sama untuk melindungi kulit dari sengatan matahari. Namun, keduanya sebenarnya adalah produk yang sangat berbeda.


Agar kamu tidak bingung dan dapat membedakan antara sunscreen dan sunblock, silahkan simak catatan sederhana Talk Sehat tentang perbedaan sunscreen dan sunblock!


1. Definisi Sunscreen dan Sunblock


Tahukah Anda, sunscreen dan sunblock sebenarnya memiliki definisi yang berbeda-beda. Sunscreen hanya akan membentuk lapisan (sebagai layar) untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Namun sunscreen tidak mengandung penangkal sinar UVA.


Lain halnya dengan sunblock, produk tersebut dikatakan dapat memblokir semua sinar matahari. Sunblock melindungi dari sinar UVA dan UVB yang dapat menyebabkan kerusakan kulit yang serius.


Namun, di Amerika Serikat, Food and Drug Administration melarang penggunaan istilah "sunblock" dalam produk tabir surya. Pasalnya, istilah "sunblock" dinilai berlebihan dan sering disalahartikan.


Banyak orang percaya bahwa sekali pakai sunblock bisa memberikan perlindungan jangka panjang. Padahal, masih perlu mengoleskan kembali sunblock setiap beberapa jam untuk memberikan perlindungan terbaik.


2. Kegunaan


Suncreen dan sunblock merupakan produk tabir surya yang direkomendasikan sebelum beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Namun, perlu Anda ketahui bahwa antara keduanya memiliki fungsi yang berbeda.


Sunscreen biasanya hanya melindungi kulit dari sinar UVB. Sinar UVB dapat menyebabkan kulit terbakar dan nyeri. Produk tersebut akan menyerap sinar matahari, sehingga tidak akan masuk ke lapisan kulit yang paling dalam. Namun, meski sudah menggunakan sunscreen, sinar UVA masih bisa menembus kulit.


Sedangkan sunblock memiliki fungsi yang lebih baik dalam melindungi kulit dari sinar matahari. Selain mencegah sinar UVB masuk ke lapisan dalam kulit, sunblock juga bisa menahan sinar UVA. Paparan UVA dapat menyebabkan flek hitam, penuaan dini, keriput, bahkan meningkatkan risiko kanker kulit.


3. Kandungan


Suncreen dan sunblock memiliki fungsi yang berbeda, begitupun dengan kandungan yang terdapat pada sunscreen dan sunblock. Sunscreen mengandung cairan kimiawi yang berfungsi sebagai filter untuk menyaring sinar ultraviolet yang menembus lapisan kulit paling dalam.


Bahan-bahan yang terkandung dalam sunscreen antara lain Octylcrylene, Avobenzone, Octinoxate, Octisalate, Oxybenzone, Homosalate, Helioplex, 4-MBC, Mexoryl SX dan XL, Tinosorb S dan M, Uvinul T 150, dan Uvinul A Plus.


Untuk sunblock, produk ini mengandung mineral zinc oxide dan titanium oxide. Zinc oxide bertanggung jawab untuk menguraikan panas dan energi yang dihasilkan oleh sinar ultraviolet dan mencegah sinar ultraviolet bersentuhan dengan permukaan kulit. Pada saat yang sama, titanium oxide memiliki stabilitas dan reflektifitas, yang dapat menjaga sunblock tetap menempel di kulit Anda selama berjam-jam.


4. Tekstur


Perbedaan antara sunscreen dan sunblock juga terlihat jelas pada teksturnya. Jika dicermati, tekstur sunscreen akan lebih halus dan lembut. Bahkan, sunscreen ini terkadang transparan, sehingga bisa langsung diaplikasikan di kulit tanpa meninggalkan bekas.


Sunblock memiliki tekstur yang lebih kental seperti lotion. Teksturnya tidak seringan sunscreen. Jika Anda mengaplikasikan sunblock secara tidak merata, whitecast akan terlihat di kulit Anda.


5. SPF dan PA


Selain memahami perbedaan sunscreen dan sunblock dengan cara yang sederhana, Anda juga harus memperhatikan kandungan SPF dan PA pada produk tabir surya yang Anda beli.


SPF adalah Sun Protection Factor. Banyaknya SPF dalam produk tabir surya menunjukkan elastisitasnya dalam melindungi kulit. Tanpa perlindungan apapun, kulit akan terbakar jika terkena sinar matahari selama 15 menit. Angka SPF dalam produk memberi tahu Anda kapan produk tabir surya melindungi kulit Anda.


Misalnya, beberapa produk sunscreen atau sunblock memiliki SPF 30 yang berarti produk tersebut akan memberikan perlindungan selama 450 menit pada kulit (SPF 30 x 15 menit). Semakin tinggi nilai SPF, semakin lama waktu proteksi yang diberikan.


PA adalah Protection Grade of UVA, yang merupakan inovasi yang dikembangkan oleh produsen tabir surya Jepang untuk melindungi kulit dari sinar UVA. Tanda "+" di belakang kata "PA" menunjukkan kekuatan kandungan PA. Semakin banyak tanda "+", semakin baik perlindungan UVA yang diberikan.


Oleh karena itu, ada baiknya membeli sunblock atau sunscreen yang mengandung SPF dan PA. Pasalnya, produk dengan tambahan SPF dan PA pasti akan memberikan perlindungan yang lebih baik untuk kulit Anda.


6. Cara Penggunaan


Gunakan sunscreen atau sunblock sesuai teksturnya. Misal, jika tekstur sunscreen terlalu encer, maka saat sunscreen tersebut menyentuh kulit Anda, Anda harus segera meratakannya. Sedangkan sunblock memiliki tekstur yang mirip dengan lotion, sehingga cara pengaplikasiannya hampir sama.


Yang pasti, baik sunscreen atau sunblock harus digunakan 30 menit sebelum kulit mulai terpapar sinar matahari. Menggunakan tabir surya terlebih dahulu kemudian melakukan aktivitas langsung di bawah sinar matahari hanya akan menurunkan kinerja sunblock atau sunscreen dalam melindungi kulit.


7. Mana yang Lebih Baik?


Masih bingung memilih antara sunscreen dan sunblock? Bagi masyarakat awam, hal ini tentu saja akan mudah. Pasalnya, kebanyakan orang menganggap sunscreen dan sunblock adalah dua hal yang sama.


Namun, perlu Anda ingat bahwa produk terbaik untuk melindungi kulit Anda dari paparan sinar matahari adalah sunblock. Seperti penjelasan sebelumnya, sunblock efektif menahan sinar UVA dan UVB, sehingga dapat memberikan perlindungan yang lebih baik untuk kulit Anda.


Meskipun sunblock lebih baik daripada sunscreen, tapi keduanya tidak akan mencegah kulit terbakar karena aktivitas berjemur yang berkepanjangan. Perubahan warna kulit akibat paparan sinar matahari merupakan kondisi di luar kemampuan sunblock.


Sudah tahu kan perbedaan sunscreen dan sunblock? Sekarang Anda dapat meneliti produk tabir surya sebelum membeli. Produk apa yang Anda butuhkan? Seperti kita ketahui bersama, mereka bisa mencegah terhadap paparan sinar matahari.


Sekarang sunscreen dan sunblock sudah sangat banyak dijual di Indonesia. Merek yang memproduksi tabir surya ini pun juga merilis varian untuk anak-anak, pria, kulit berminyak, bahkan kulit sensitif.