Featured Post

Featured

15 Manfaat Kurma untuk Ibu Hamil yang Wajib Anda Tahu

Apa yang Anda pikirkan saat mendengar kata kurma ? Ya, buah asal Timur Tengah ini memang diakui sebagai salah satu menu favorit untuk berbuk...

Tips Mengatur Pola Makan Sehat Saat Menyantap Hidangan Lebaran

Tips Mengatur Pola Makan Sehat Saat Menyantap Hidangan Lebaran


Menjelang Idul Fitri, Anda mungkin sudah menyiapkan bahan-bahan untuk memasak makanan khas Lebaran. Seperti sayur ketupat, rendang, sambal ati goreng dan lain sebagainya.


Sebagian besar makanan tersebut mengandung banyak minyak dan lemak. Belum lagi dengan makanan manis seperti kue-kue kering dan minuman manis yang menyegarkan.


Oleh karena itu, penting untuk membatasi konsumsi makanan bersantan pada saat Lebaran agar tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan.


Untuk itu, mari kita simak mengenai batasan konsumsi makanan saat Lebaran yang cukup dan tidak berlebihan berikut ini.


Batasan Porsi Makan yang Sehat saat Lebaran



Dijelaskan oleh dr. David Fadjar Putra, MS, Sp. GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Pondok Indah-Pondok Indah bahwa: “Pedoman diet sehat adalah 50-60 persen kalori berasal dari karbohidrat, 15-20 persen kalori berasal dari protein, sisanya 20-35 persen berasal dari lemak.” 


Ia menambahkan, "Pada orang dewasa dengan kebutuhan 1800 kalori per hari maka jumlah lemak yang boleh dikonsumsi adalah 360-630 kalori, setara dengan 7-12 sendok teh minyak/mentega. Sedangkan gula diperbolehkan 5% kalori, berarti 90% kalori atau setara 2 sendok makan per hari."


Namun, harus Anda ingat bahwa gula sudah terdapat dalam berbagai jenis makanan lain seperti biskuit, kue, kue kering, dan sebagainya.


Oleh karena itu, dokter David mengingatkan sebaiknya tidak berlebihan mengonsumsi hidangan berlemak dan serba manis saat Lebaran. Asupan kalori berlebih menyebabkan berat badan dan risiko penyakit metabolik.


Tips Makan Saat Lebaran Agar Tidak Berlebihan



Jika Anda merasa perlu mengetahui tips makan saat Lebaran agar tidak berlebihan. Berikut ini adalah caranya dikutip dari Summer Tomato.


1. Gunakan Piring yang Lebih Kecil

Makan sepiring penuh akan menandakan bahwa Anda sedang menyantap makanan utama dengan sebagian piring yang penuh, terlepas dari jumlah makanan yang sebenarnya.


Menggunakan piring yang lebih kecil adalah cara yang efektif untuk makan lebih sedikit tanpa disadari.


2. Gunakan Gelas yang Lebih Tinggi

Sama seperti makanan yang tampak terlihat lebih banyak di piring besar, ketinggiannya membuat segala sesuatunya terlihat lebih besar dari ukuran normal dan bahkan ketika volumenya sama.


Anda dapat mengurangi kalori pada minuman manis dengan memilih gelas yang lebih tinggi daripada yang lebih pendek dan gemuk.


3. Jauhkan Makanan Ringan dari Pandangan

Penelitian telah menunjukkan bahwa lebih banyak orang makan ketika makanan berada di depan mata mereka.


Pada saat yang sama, sebaliknya, keinginan untuk makan akan berkurang jika seseorang harus berusaha ekstra untuk menggapainya.


Untuk menghindari makan camilan ekstra, jauhkan makanan dari pandangan, atau lebih baik keluar dari area tersebut. Di sisi lain, buatlah makanan sehat lebih mudah dijangkau, seperti potongan buah-buahan.


4. Kunyah dengan Seksama

Yang terbaik adalah mengunyah makanan benar-benar hancur sebelum menelannya, daripada mengunyah beberapa kali saja dan langsung menelannya. Mengunyah lebih sedikit bisa membuat Anda makan lebih banyak.


5. Jangan Makan di Depan TV

Bagi kebanyakan orang, gangguan makan ditandai dengan makan berlebihan. Biasanya, mereka akan membuat bagian terakhir film menjadi patokan makan sudah selesai.


Oleh karena itu, jangan sampai Anda terdiam di depan TV ya, atau terus menambah makanan hingga tayangan di TV selesai. Hal ini memungkinkan membuat Anda untuk makan lebih banyak makanan saat Lebaran.


Itu dia tahapan sehat makan saat Lebaran yang bisa Anda terapkan. Selamat Lebaran!

Apakah Onani dapat Membatalkan Puasa? Berikut Penjelasannya dari Ahli dan Ulama!

Apakah Onani dapat Membatalkan Puasa? Berikut Penjelasannya dari Ahli dan Ulama!


Ada beberapa hal yang dapat membuat puasa batal. Misalnya, makan dan minum yang disengaja, juga melakukan hubungan seksual di siang hari. Lalu, bagaimana dengan masturbasi atau onani? Apakah dapat membatalkan puasa?


Menurut Jama Pediatrics, masturbasi atau onani adalah ketika seseorang merangsang alat kelaminnya untuk mendapatkan kesenangan seksual, yang bisa menyebabkan orgasme atau tidak.


Melihat hal tersebut, maka perlu adanya pengungkapan pendapat berdasarkan pandangan Islam untuk menentukan apakah onani bisa membatalkan puasa atau tidak. Sebab, hal tersebut berkaitan dengan kondisi puasa bagi seseorang serta status puasanya.


Apakah Onani Membatalkan Puasa?



Pada dasarnya, puasa adalah sarana untuk melindungi diri dari hawa nafsu. Ada beberapa hal yang disebutkan sebagai hal-hal yang membatalkan puasa sebenarnya berpusat pada pengendalian hawa nafsu.


Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-Muminun 5-7).


Salah satu sifat orang beriman adalah kemampuannya dalam melindungi kemaluan atau aurat. Mereka tidak menyalurkan syahwatnya kecuali hanya kepada istrinya. Allah SWT juga menegaskan bahwa orang yang menyalurkan Hasrat seksualnya atau syahwatnya kepada orang lain selain istrinya maka dia telah melampaui batas, dilansir Islampos.


Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman: “Puasa itu milik-Ku, Aku sendiri yang akan membalasnya. Orang yang puasa meninggalkan syahwatnya, makan-minumnya karena-Ku.” (HR Bukhari dan Muslim 1151).


Allah SWT menyebutkan bahwa sifat orang yang sedang berpuasa adalah meninggalkan makan, minum dan nafsu atau syahwat biologis. Oleh karena itu, siapa saja yang melakukan salah satu hal tersebut, tidak lagi disebut sedang berpuasa atau membatalkan puasanya.


Oleh karena itu, mengenai onani apakah membatalkan puasa atau tidak, jawabannya adalah batal puasanya. Jadi, orang tersebut tidak dapat melanjutkan puasa, bahkan berdosa hingga harus mengganti puasanya di lain hari.


Pandangan Ulama Mengenai Onani Saat Puasa



Ada beberapa pandangan dari para ahli dan ulama mengenai jawaban dari pertanyaan tentang apakah onani membatalkan puasa atau tidak. Di antaranya sebagai berikut:

  • Dr. Khalid Al-Muslih mengatakan: “Orang yang sengaja mengeluarkan mani dengan onani atau bercumbu, berarti tidak meninggalkan syahwatnya. Pendapat sebagian ulama bahwa hadis ini hanya berlaku untuk jimak adalah pendapat yang jelas tidak kuat, bagi orang yang merenungkannya."
  • Imam Ar-Rafii, salah satu ulama besar syafiiyah mengatakan: “Mani yang dikeluarkan dengan onani, membatalkan puasa. Karena jika hubungan intim tanpa terjadi keluar mani statusnya membatalkan puasa, maka onani dengan mencapai syahwat puncak lebih layak untuk membatalkan puasa.” (Syarh Al-Wajiz Ar-Rafii, 6/396),
  • Imam Ibnu Baz mengatakan pendapat yang sama. “Orang yang melakukan onani ketika Ramadan, dia wajib mengqadha puasanya. Dia harus bertaubat kepada Allah dan mengqadha puasanya. Karena pada hari itu dia membatalkan puasa dengan melakukan onani. Artinya, status dia sama dengan orang yang tidak puasa, meskipun dia tidak makan, tidak minum. Namun statusnya sama dengan orang yang tidak puasa, dan dia wajib qadha.
  • Musthofa Khan dan Musthafa al-Bugha menyebutkan: “Istimna’ (onani) adalah berusaha mengeluarkan mani secara langsung atau dengan tangan. Jika dilakukan secara sengaja oleh orang yang berpuasa, maka membatalkan puasa. Adapun jika tidak disengaja, maka tidak membatalkan puasa.” (kitab al-Fiqh al-Manhaji).
  • Syekh Abu Bakar Syatha menjelaskan: “Puasa itu batal sebab melakukan onani, yaitu berusaha mengeluarkan mani tanpa melalui jimak atau hubungan intim, baik onani yang haram, seperti mengeluarkan mani dengan cara menggerakkan kemaluan dengan tangannya sendiri, atau onani yang mubah, seperti meminta tolong istri melakukan onani dengan tangannya, atau menyentuh kulit seseorang yang membatalkan wudu bila persentuhannya tanpa penghalang.” (I’anatut Thalibin),
  • Zain bin Ibrahim bin Smith mengatakan: “Bahkan tidak hanya dengan tangan istri, jika kita sengaja membayangkan, berkhayal atau menonton sesuatu (video porno misalnya) dengan tujuan agar keluar mani, maka juga membatalkan puasa.” (al-Taqirat al-Sadidah).


Hukum Onani pada saat Berpuasa



Melihat dari keterangan para ulama di atas, selain menjawab tentang apakah onani membatalkan puasa atau tidak, juga menunjukkan beberapa hukum terkait hukum onani terutama yang berkaitan dengan status puasa seseorang.


Oleh karena itu, sudah selayaknya bulan Ramadan diisi dengan kegiatan yang positif dan mendatangkan pahala. Selain itu, bukan hanya menjauhi makan dan minum saja namun juga wajib menjauhi bahaya nafsu yang bisa berujung menghasilkan dosa bagi diri sendiri.


Jika berpuasa namun tetap melakukan perbuatan yang masuk dalam kategori maksiat seperti onani, maka puasanya tidak sempurna karena tidak menjaga hawa nafsu. Orang tersebut hanya akan mendapatkan lapar dan dahaga, dan tidak mendapatkan pahala serta amal yang dilakukan akan sia-sia.


Mengenai onani dan apa pengaruhnya terhadap puasa, terdapat berbagai pendapat yaitu:

1. Puasa Batal Dalam Kondisi Tertentu

Imam Nawawi dalam Al Majmu’ (6: 322) berkata: “Jika seseorang mencium atau melakukan penetrasi selain pada kemaluan istri dengan kemaluannya atau menyentuh istrinya dengan tangannya atau dengan cara semisal itu lalu keluar mani, maka batallah puasanya. Jika tidak, maka tidak batal."


Selain itu, menurut Syaikh Sayyid Sabiq: “Onani (mengeluarkan mani) sama saja baik sebabnya dikarenakan seorang lelaki mencium istrinya atau memeluknya ataupun dengan tangan, maka ini membatalkan puasa dan wajib baginya untuk mengqadha puasa.


2. Membatalkan Puasa dalam Semua Keadaan

Ejakulasi saat orgasme (puncak kenikmatan syahwat) adalah syahwat yang terlarang saat berpuasa dan membatalkan puasa, dengan cara apapun seseorang mencapainya. Meskipun memang benar bahwa jima’ (bersetubuh) itu sendiri membatalkan puasa, walaupun tanpa ejakulasi. (Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al-Fatawa (25/224).


Onani akan membatalkan puasa, baik keluar cairan atau tidak karena termasuk hawa nafsu yang memuncak sebagaimana ketika berhubungan intim. Dan perbuatan tersebut akan membuat amalan dari puasa hilang, sehingga orang yang melakukannya wajib mengganti puasanya di hari lain.


3. Menghilangkan Pahala Puasa

Hadis dari Yaziid bin Haaruun, dari Habiib, dari ‘Amru bin Harim, ia berkata: “Jaabir bin Zaid pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang memandang istrinya di bulan Ramadhaan, lalu ia keluar mani akibat syahwatnya tersebut, apakah batal puasanya? Ia berkata: “Tidak, hendaknya ia sempurnakan puasanya.” (HR Ibnu Abi Syaibah).


Pendapat selanjutnya ini tidak membatalkan puasa, namun tetap tidak mendapatkan pahala dalam ibadah. Tetapi pada pendapat ini tidak diwajibkan untuk mengganti puasa di hari yang lain. Namun, pendapat ini lemah, dan lebih kuat pendapat sebelumnya yang wajib mengganti puasa.


4. Dosa dan Tidak Dapat Kebaikan Puasa

Jika onani dilakukan secara sengaja dan sudah mengerti hukum, maka pelakunya akan berdosa dan batal puasanya. Dia wajib bertaubat kepada Allah SWT dan tidak disyariatkan mengganti puasanya menurut pendapat yang kuat.


Karena yang rajah/kuat tidak disyariatkan bagi yang meninggalkan puasa atau membatalkan puasanya secara sengaja untuk mengqadha, dan tidak ada dalil yang menunjukkan hal itu. Ini adalah pendapat Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al-Fatawa (25/225-226).


Penjelasan mengenai onani apakah membatalkan puasa ini berdasarkan sumber yang jelas. Oleh karena itu, alangkah lebih baik untuk ditinggalkan dan mencari amalan lain yang lebih berfaedah dan berpahala.

Tips Mencari ART Infal Untuk Idul Fitri

Tips Mencari ART Infal Untuk Idul Fitri


Idul Fitri akan segera datang. Ditinggal Asisten Rumah Tangga (ART) selama masa liburan ini memang menjadi tugas penting bagi Anda. Biasanya solusi yang Anda ambil adalah mencari ART infal untuk Lebaran. Namun, menemukan ART infal Lebaran tidaklah mudah. Karena ada banyak orang yang membutuhkan, membuat Anda sulit menemukan ART infal yang bagus, jujur dan minimal masalah.


Ayo coba langkah-langkah berikut ini untuk mencari asisten yang bisa meringankan beban kerja Anda saat libur lebaran.


1. Cari Dari Jauh-Jauh Hari

Jika Anda sudah mengetahui bahwa asisten rumah tangga Anda harus pulang kampung setiap tahun, pastikan Anda telah ART infal sebelum ART Anda berangkat. Penting untuk mencari ART terlebih dahulu, tidak memulai seminggu atau bahkan beberapa hari sebelum Idul Fitri baru mencarinya. Perlu waktu lama untuk memilih beberapa "calon" dan mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana ART infal yang akan Anda pilih. Biasanya melengkapi latar belakang dan sistem kerja.


2. Sumber yang Terpercaya

Jika Anda tidak memiliki banyak waktu untuk memilih banyak kandidat untuk ART infal, Anda dapat mempercayai teman dekat, orang tua, atau sahabat dekat yang memiliki informasi tentang penyedia layanan ART infal yang terpercaya. Dan juga pastikan untuk memilih yayasan distributor asisten rumah yang memiliki reputasi baik. Ini akan memungkinkan Anda untuk menghindari kemungkinan kejadian hal-hal negatif.


3. Budget yang Masuk Akal

Umumnya, para penyedia ART atau individu yang bersedia menjadi ART infal akan memasang biaya sedikit lebih tinggi daripada gaji ART biasanya. Untuk itu, Anda perlu mengetahui kisaran gaji ART infal. Carilah informasi dari berbagai sumber, orang terdekat, tetangga atau internet. Jangan sampai Anda rugi karena biaya yang Anda keluarkan untuk ART infal Anda tinggi.


4. Alternatif Lain

Metode lain yang sering digunakan oleh rumah tangga adalah memberikan gaji tambahan kepada ART yang waktu kepulangannya dapat ditunda setelah Lebaran. Jika Anda memiliki lebih dari satu orang ART dalam rumah tangga Anda, ini biasanya berlaku. Mengenai besaran gaji tambahan yang akan diberikan, Anda bisa dengan mengalikan jumlah hari dengan gaji standar ART infal yang ada di lingkungan rumah.


Wah lebaran bikin super sibuk banget ya. Apalagi jika rumah Anda menjadi tujuan keluarga untuk berkumpul keluarga atau open house. Disinilah anda membutuhkan bantuan terkait Infal Lebaran. Apakah Anda berencana untuk mencari ART infal?


Tips Mengatasi Insecure, Penyebab dan dampaknya!

Tips Mengatasi Insecure, Penyebab dan dampaknya!


Kalian pernah nggak sih merasa insecure?


Insecure karena takut tidak bisa memberikan presentasi yang baik di depan klien, insecure karena takut tidak cukup baik menjadi pasangan, teman, anak atau bahkan karyawan. Mengapa ya kok kita bisa merasa insecure?


Dr. Robert dan Lisa Firestone yang merupakan seorang psikolog telah melakukan penelitian tentang critical inner voice (suara hati) yang diyakini menjadi alasan mengapa orang-orang memiliki pandangan negatif tentang diri mereka sendiri. Hasilnya menunjukkan bahwa critical self thought yang sering menyebabkan banyak orang merasa insecure adalah karena mereka merasa berbeda (negatif) dari orang lain.


Selain itu, critical inner voice (suara hati) ini juga terbentuk karena adanya pengalaman hidup yang menyakitkan serta menerima perlakuan tidak adil atau buruk dari orang yang dekat dengan kita. Misalnya, Anda pernah diselingkuhi, dibilang tidak bisa apa-apa, disakiti oleh orang tua Anda baik secara lisan (verbal) maupun fisik, atau Anda pernah mengalami kegagalan. Pengalaman-pengalaman itu secara tidak langsung terkonsep dan termanifestasi di dalam alam bawah sadar kita, dan membentuk pikiran negatif mengenai diri kita sendiri.


Dampak dari perasaan insecure



Perasaan insecure yang muncul kemudian akan membentuk kepercayaan bahwa diri kita tidak bisa (capable) melakukan sesuatu. Misalnya, ketika kita ingin presentasi, critical inner voices (suara hati) muncul di benak atau di kepala kita, dan akhirnya membentuk suara bahwa kita tidak bisa melakukan presentasi itu dengan baik, kita akan gagal dan ada orang lain yang memiliki kemampuan lebih baik untuk membawakan presentasi itu dibandingkan kita.


Akan berakibat seperti apa? Ya, akibatnya penampilan kita jadi tidak all out, yang seharusnya kita bisa mencapai 100 malah kita hanya bisa sampai di 60. Karena rasa insecure kita sendiri, apa yang seharusnya kita lakukan dengan benar malah jadi kegagalan.


Perasaan insecure ini tidak hanya akan mempengaruhi ke performa pekerjaan dan prestasi akademik, tetapi juga mempengaruhi cara kita berinteraksi dalam hubungan. bagaimana bisa? Karena hubungan romantis bisa membangkitkan pengalaman dan trauma masa lalu kita. Inilah sebabnya mengapa sebelum kita ingin memulai hubungan baru, kita harus move on dan melepaskan beban emosional (emotional burden) dari hubungan masa lalu kita.


Selain itu, perasaan insecure ini juga dapat membuat kita takut terlalu dekat dengan orang lain secara emosional, meningkatkan kecemburuan dan posesif kita terhadap pasangan kita, serta menimbulkan perasaan bahwa kita ditolak dan tidak layak (unworthy) untuk mereka.


Insecure juga bisa membuat kita jadi orang yang terlalu bangga (over proud) terhadap prestasi (archievement) kita sendiri, meremehkan prestasi atau pencapaian orang lain, dan merasa bahwa kita lebih baik dari orang lain. Kok bisa gitu? Kan insecure? 


Alfred adler seorang tokoh psikologi individual mengenalkan kita pada konsep inferiority complex, Adler mengatakan bahwa semua orang dilahirkan dengan perasaan bahwa dia lebih inferior dari orang lain, atau bahasa gampangnya sih lebih rendah dari orang lain, individu terlahir dengan perasaan bahwa mereka pasti memiliki kelemahan. Nah, perasaan ini kemudian menimbulkan adanya keinginan untuk jadi superior (striving for superiority) untuk mengatasi perasaan inferior yang kita punya. Salah satu cara negatif yang bisa dilakukan adalah dengan membuat kita merasa tinggi dengan merendahkan orang lain. Hmm, bukankah itu terdengar tidak baik ya?


Cara mengatasi perasaan insecure yang sering muncul dalam diri kita


Dikutip dari sehatmental.id, berikut adalah cara untuk mengatasi perasaan insecure yang sering muncul dalam diri kita:


1. Berikan waktu supaya diri kita ‘sembuh’ dari kegagalan dan penolakan dimasa lalu dan beradaptasi dengan keadaan saat ini


2. Carilah orang yang bisa kamu ajak diskusi mengenai perasaan insecure yang kamu rasakan, berdiskusi dengan orang yang tepat akan membantu kamu memetakan penyebab perasaan insecure yang timbul serta bagaimana kamu bisa mengatasinya.


3. Yakinkan diri sendiri bahwa kamu bisa menjadi teman, pasangan, anak, orangtua bahkan pekerja yang baik


4. Jika kamu merasa gagal, lakukan evaluasi dan bukan menyalahkan diri sendiri, apa usaha yang sudah kamu lakukan untuk mencapai itu, apa yang membuat usaha tersebut gagal, apakah alasannya adalah sesuatu yang bisa kamu perbaiki atau bukan. Lakukan strategi berbeda jika diperlukan.


5. Cobalah menuliskan negative self thought yang muncul dalam diri kamu kedalam sebuah tulisan, misalnya ada pikiran yang muncul “aku nggak berguna” kamu bisa menuliskannya menjadi “kamu nggak berguna” hal ini akan membantu kamu menyadari keyakinan tersebut salah, dan tidak menjadikannya sebagai cara kamu memandang diri mu yang sebenarnya


6. Setelah kamu menuliskan negative self thought yang muncul, kamu bisa mulai melakukan refleksi, apakah pikiran yang muncul tersebut ada hubungannya dengan pengalaman kamu dimasa lalu? Hal ini akan membantu kalian memahami bagaimana perasaan itu muncul dan cara mengatasinya. Bagaimana pikiran ini berdampak kepada kehidupan kamu saat ini, serta bagaimana kamu memandang dirimu yang sebenarnya saat ini.


SUMBER

https://psychcentral.com/blog/5-things-to-do-when-you-feel-insecure/

https://www.psychologytoday.com/us/blog/fulfillment-any-age/201507/why-we-feel-insecure-and-how-we-can-stop

https://www.psychalive.org/how-to-overcome-insecurity/

Puasa Bisa Pengaruhi Produksi ASI, Cek Faktanya yuk!

Puasa Bisa Pengaruhi Produksi ASI, Cek Faktanya yuk!


Produksi ASI yang melimpah adalah impian untuk setiap ibu yang sedang menyusui. Sebab, pertumbuhan dan perkembangan bayi sangat bergantung pada ASI, terutama pada periode 1000 hari pertama. Beberapa manfaat dari ASI yaitu di mulai dari menguatkan sistem kekebalan tubuh bayi, menghindari infeksi, sampai meningkatkan keintiman Bunda dan bayi.


Oleh karena itu, terdapat banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat produksi ASI melimpah, seperti mengonsumsi ASI booster, skin to skin contact dengan bayi, dan mencukupi asupan nutrisi pada setiap makanan yang Anda makan.


Menjelang bulan Ramadan, Anda yang sedang menyusui pasti akan kembali di buat galau. Apakah akan menunaikan ibadah puasa Ramadan atau tidak? Tentu saja itu hal yang wajar sekali. Saat masa menyusui, Anda sering khawatir tidak dapat menjalankan ibadah puasa.


Khawatir Produksi ASI Menurun karena Puasa



Banyak hal yang bisa menjadi penyebab kekhawatiran seorang ibu seperti apakah produksi ASI akan berkurang, apakah bayi tetap mendapatkan nutrisi jika Anda berpuasa, dan pertanyaan serupa lainnya. Namun, di sisi lain, Anda juga tetap ingin menjalankan ibadah puasa. Apakah boleh?


Dikutip dari orami dr. Sarah Audia Hasna saat berbincang-bincang pada Kulwap Orami Community mengatakan: “Tentunya bisa. Hanya saja, banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti usia bayi, kondisi kesehatan Anda dan bayi, jangan sampai dehidrasi, dan tetap konsumsi suplemen peningkat ASI,” 


Ada beberapa kondisi yang sebaiknya Anda tidak menunaikan ibadah puasa, di antaranya saat bayi masih berusia kurang dari 6 bulan dan sedang menjalani ASI eksklusif, bayi sedang sakit atau dalam masa pemulihan, atau Anda mengalami dehidrasi.


Untuk selebihnya, Anda tetap bisa berpuasa tanpa mengganggu proses menyusui jika asupan nutrisi Anda terpenuhi.


Kemudian, apakah berpuasa akan membuat ASI menjadi kurang atau memengaruhi produksi ASI?


Puasa atau penurunan asupan kalori tidak berpengaruh pada produksi ASI. Jika terjadi penurunan berat badan saat berpuasa, kondisi ini berpengaruh pada kandungan lemak dalam ASI, bukan jumlahnya.


"Jika Anda sudah mempertimbangkan dan memutuskan untuk berpuasa, maka ada tips yang bisa disimak agar puasa ibu berjalan lancar dan bayi mendapat cukup ASI,” lanjut dr. Sarah, yang saat ini aktif praktik di Eka Hospital BSD.


Tips Berpuasa untuk Ibu Menyusui



Saat menjalankan ibadah puasa dan harus menyusui, Anda tidak boleh melewatkan direct breastfeeding (DBF) selama berada di rumah. Ketika menjelang tidur, jangan lewatkan untuk pumping agar ASI tetap lancar.


Selain itu, Anda wajib memperhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi saat berbuka puasa, sahur, dan menjelang tidur. Serta Anda juga harus tetap makan besar sebanyak 3 kali dengan zat gizi yang lengkap dan bukan hanya mengenyangkan saja.


Anda dianjurkan untuk makan makanan dengan komposisi tinggi karbohidrat, protein hewani dan nabati dengan sedikit lemak, dan ditambahkan sayur serta buah. Perbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi,” ungkap dr. Sarah yang sudah menjadi konselor laktasi sejak tahun 2011 lalu ini.


Ikan salmon, tuna, daging sapi tanpa lemak, brokoli, wortel, kacang-kacangan seperti kacang hijau, edamame adalah beberapa contoh makanan yang baik untuk Anda konsumsi. Makan saat sahur dilakukan secara bertahap dan menjelang imsak Anda bisa makan kurma atau susu yang memperkuat stamina selama berpuasa.


Mengonsumsi vitamin C juga baik untuk membantu penyerapan zat besi yang bisa Anda temukan pada sayuran hijau seperti brokoli atau buah-buahan seperti tomat, pepaya, mangga, dan jeruk. Selain itu, mengonsumsi biji-bijian juga dapat membuat tubuh Anda lebih berenergi dan bertenaga.


Menurut International Lactation Consultant Association, bahwa asupan air putih yang cukup menjadi kunci sukses untuk menyusui saat berpuasa. Ibu menyusui yang hendak berpuasa dianjurkan untuk minum sedikit demi sedikit sepanjang waktu yang diizinkan, dari waktu berbuka puasa hingga waktu imsak tiba.


Minum terlalu banyak pada saat sahur hanya akan mengisi kandung kemih dan dikeluarkan segera setelahnya, sehingga ibu akan merasa cepat haus selama sisa hari itu.


Ketika tubuh Anda lebih berenergi dan bertenaga selama berpuasa, maka tidak akan mengganggu proses menyusui untuk Si Kecil. Selamat mencoba, ya!

Vaksinasi COVID-19 Saat Puasa Ramadhan, Bikin Batal Nggak Sih?

Vaksinasi COVID-19 Saat Puasa Ramadhan, Bikin Batal Nggak Sih?


Pemerintah terus melakukan vaksinasi untuk mengatasi pandemi COVID-19. Namun tidak terasa. Bulan Ramadhan akan segera datang, tapi bagaimana dengan hukumnya vaksinasi COVID-19 saat puasa?


Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa yang menjelaskan tentang dilakukannya vaksinasi saat bulan puasa.


Untuk menghindari kabar yang salah atau bahkan hoax, simak penjelasannya lebih lanjut berikut ini.


Vaksinasi COVID-19 saat Puasa Tidak Membatalkan



Mengutip Instagram @muipusat yang menetapkan bahwa melakukan vaksinasi COVID-19 saat puasa bagi umat Islam, dengan injeksi intramuscular hukumnya boleh, selama tidak menyebabkan bahaya (dharar).


MUI juga menetapkan bahwa vaksinasi COVID-19 melalui injeksi intramuscular tidak akan membatalkan puasa. Perlu diperhatikan bahwa injeksi intramuscular adalah injeksi yang dilakukan dengan cara penyuntikan obat atau vaksin melalui otot.


Namun, di sisi lain, MUI merekomendasikan agar pemerintah untuk melakukan vaksinasi COVID-19 pada malam hari selama bulan Ramadhan bagi umat Islam yang berpuasa di siang hari dan dikhawatirkan akan menyebabkan bahaya akibat lemahnya kondisi fisik.


Selain itu, MUI juga menyarankan agar umat Islam wajib mengikuti program vaksinasi COVID-19 yang dilaksanakan pemerintah untuk mewujudkan kekebalan kelompok dan terbebas dari wabah COVID-19.


Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Vaksinasi Saat Puasa


Hal yang perlu diperhatikan ketika vaksin covid-19

Karena tidak ada perbedaan pada proses vaksinasi selama puasa, maka tidak diperlukan persiapan khusus. Persiapannya tetap sama seperti vaksinasi di hari biasa, yaitu Anda harus memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum penyuntikan.


Namun selama Ramadan, umat Islam yang akan divaksinasi perlu memperhatikan dua hal: istirahat yang cukup dan sahur dengan makan makanan bergizi seimbang.


Apalagi puasa itu sendiri memberikan efek detoksifikasi, jadi sebenarnya puasa memberikan banyak manfaat, sehingga diharapkan masyarakat tidak khawatir dengan vaksin saat berpuasa.


Selain itu, juga tetap disiplin protokol kesehatan 3M: memakai masker dengan benar yang menutupi mulut dan hidung; menjaga jarak serta hindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. Ini adalah kebiasaan baru yang harus dilakukan atau diterapkan setiap orang.


Hukum Tentang Swab Test Saat Puasa



Selain mengenai vaksin COVID-19 yang tidak membatalkan saat puasa, masyarakat mungkin juga bertanya tentang dilakukannya swab test. Mengingat proses pengambilan sampel yang masuk ke rongga hidung dan rongga mulut.


Namun, diketahui bahwa umat Islam yang ingin melakukan swab test juga tidak membatalkan puasa dan umat Islam yang sedang berpuasa dapat melakukan swab test untuk mendeteksi COVID-19.


Berdasarkan Fatwa MUI, swab test merupakan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi adanya material genetik dari sel, bakteri atau virus dengan cara mengambil sampel dahak, lendir atau cairan dari nasofaring dan orofaring.


Asalkan dilakukan sesuai ketentuan umum, maka dipercaya tidak membatalkan puasa.


Oleh karena itu, meskipun Anda sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, Anda tidak perlu ragu lagi untuk vaksin atau melakukan swab test ya!

Selain menghindari nafas bau, Inilah Manfaat Menggosok Gigi Setelah Makan Sahur

Selain menghindari nafas bau, Inilah Manfaat Menggosok Gigi Setelah Makan Sahur


Setelah makan sahur, biasanya banyak orang yang langsung melanjutkan tidur atau menonton TV sambil menunggu azan subuh berkumandang.


Padahal ada satu aktivitas yang sebenarnya tidak boleh dilewatkan setelah Anda makan sahur.


Ya, menggosok gigi adalah aktivitas yang harus segera Anda lakukan setelah makan sahur. Anda bisa menggosok gigi tanpa harus menunggu waktu mandi pagi.


Manfaat Menggosok Gigi Setelah Makan Sahur



Anda yang selama ini menjaga rutinitas dan sudah membiasakan untuk selalu menggosok gigi setelah makan sahur pasti tentunya akan mendapatkan berbagai manfaat positif, yuk kita simak:


1. Kesegaran Napas Tetap Terjaga

Tentunya jika Anda menggosok gigi secara rutin setelah makan sahur, maka hal tersebut akan membuang sisa makanan yang menempel pada gigi Anda.


Hal ini akan membuat nafas yang dihasilkan dari mulut menjadi tidak berbau akibat sisa makanan yang menempel.


2. Gigi Tetap Sehat dan Kuat

Pasta gigi yang Anda gunakan memiliki banyak kandungan, salah satunya adalah fluoride.


Menurut American Dental Association (ADA), kandungan fluoride pada pasta gigi dapat menghilangkan plak dan bakteri dari gigi. Di mana plak ini dapat menyebabkan penyakit gigi dan kerusakan gigi.


Selain itu, fluoride juga dapat bermanfaat untuk mencegah kerusakan gigi lainnya dan membuat enamel gigi menjadi lebih kuat.


3. Mencegah Munculnya Karang Gigi

Menggosok gigi secara teratur setelah makan sahur dapat mengurangi risiko munculnya karang gigi.


Pilih sikat gigi dengan bulu yang lembut agar bisa menjangkau bagian sela-sela gigi.


Jika perlu, Anda bisa menggunakan benang gigi (dental floss) untuk menjangkau bagian yang paling sulit dari gigi Anda, sehingga tidak ada sisa makanan yang tertinggal di gigi Anda.


Jika Tidak Sikat Gigi, Apa Akibatnya?



Tentu saja, jika Anda tidak menggosok gigi setelah makan sahur dan terus membiarkan kebiasaan tersebut terjadi, maka dapat berpotensi merusak gigi Anda.


Menurut informasi yang dilansir Mayo Clinic, jika Anda mengonsumsi makanan dengan sifat asam sitrat yang tinggi, seperti jeruk dan lemon, sebaiknya Anda sikat gigi 30 menit setelahnya. Makanan tinggi asam sitrat bisa melemahkan enamel gigi.


Selain itu, efek langsung yang akan terjadi adalah nafas menjadi berbau akibat sisa makanan yang masih tertinggal di dalam mulut. Bahkan menurut The American Journal of Medicine, kerusakan gigi yang terlalu serius bisa menyebabkan penyakit serangan jantung.


Tidak mau kan hal tersebut terjadi? Oleh sebab itu, yuk menggosok gigi setelah makan sahur!


7 Tips Rekomendasi Makanan Bernutrisi Agar Puasa Lebih Lancar

7 Tips Rekomendasi Makanan Bernutrisi Agar Puasa Lebih Lancar


Tidak terasa bulan Ramadhan yang kita rindukan akan kita jumpai hanya dalam waktu kurang dari sebulan. Tentunya, menyiapkan masakan sahur menjadi salah satu hal yang Anda tunggu-tunggu ya!


Namun, perlu Anda ketahui bahwa nutrisi pada makanan sahur juga perlu diperhatikan, lho. Nutrisi penting ini akan memberi tubuh energi yang cukup untuk menahan rasa lapar sepanjang hari.


Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja nutrisi dan jenis makanan sahur yang dibutuhkan oleh tubuh.


Simak penjelasan di bawah ini, ya! Agar makanan sahur nanti akan terasa lebih nikmat dan dapat memenuhi kebutuhan energi tubuh selama beraktivitas.


Rekomendasi Makanan Sahur Bernutrisi

Selama puasa satu bulan, kita akan mengalami perubahan pola makan, dua kali sehari yaitu waktu sahur dan waktu berbuka puasa. Hal ini akan menyebabkan tubuh kehilangan energi dan memperlambat kinerja organ tubuh manusia.


Banyak orang mengira bahwa meningkatkan porsi makanan sahur dapat membuat tubuh lebih kuat, padahal hal tersebut tidak sepenuhnya benar, lho.


Perlu ditekankan bahwa bukan pada porsinya, melainkan nutrisi dan gizi seimbang yang ada pada makanan sahur.


Untuk itu mari kita pelajari lebih lanjut mengenai nutrisi penting untuk makanan sahur nanti.


1. Perbanyak Minum Air Putih



Minum banyak air putih dan makan makanan sahur yang menghidrasi selama Ramadhan adalah salah satu hal yang perlu dilakukan.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan untuk minum banyak air di antara buka puasa dan saat sahur. Suhu panas di siang hari membuat tubuh lebih banyak berkeringat, sehingga cairan tubuh akan hilang.


Penting untuk minum cairan setidaknya 10 gelas saat berbuka puasa ataupun sahur.


Anda juga dapat meningkatkan asupan air dengan mengonsumsi makanan sahur yang menghidrasi seperti buah semangka.


Coba tambahkan semangka ke dalam makanan sahur atau makanlah sebagai camilan manis setelah berbuka puasa.


Salad yang mengandung banyak mentimun dan tomat cukup untuk menghidrasi tubuh dan bisa dijadikan ide makanan sahur.


Harap diperhatikan agar menghindari minuman mengandung kafein, seperti kopi, teh, dan kola, karena kafein dapat membuat beberapa orang lebih sering buang air kecil, yang dapat menyebabkan dehidrasi.


2. Buah Kurma



Siapa sangka, buah kurma tidak hanya bisa dimakan saat berbuka puasa, tapi juga dalam makanan sahur.


Menurut British Nutrition Foundation, buah kurma mengandung gula alami yang dapat menghasilkan energi pada tubuh. Serta kandungan mineralnya, kalium dan serat juga dapat membuat fungsi organ tubuh bekerja secara optimal.


Buah kurma mengandung tiga jenis zat gula, yaitu glukosa, sukrosa, dan fruktosa.


Glukosa berfungsi untuk meningkatkan kadar gula dalam darah, serta fungsi fruktosa dan sukrosa dapat menjaganya agar tetap stabil.


Anda bisa menyelipkan paling tidak dua butir buah kurma untuk sahur maupun saat berbuka puasa.


Selain kurma, jenis makanan sahur lainnya agar kuat berpuasa yakni aprikot, buah ara dan kismis, yang menyediakan serat dan nutrisi.


3. Biji-bijian



Biji-bijian kaya akan serat, yang membantu sistem pencernaan dan membersihkan bakteri jahat dari dalam usus.


Ini bisa menjadi ide makanan sahur agar kuat puasa dan perut terasa kenyang lebih lama. Protein dalam biji-bijian juga penting untuk memperbaiki dan membangun jaringan tubuh.


Tubuh membutuhkan protein agar kuat puasa selama sehari penuh.


Anda bisa memilih kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau, serta kacang polong sebagai ide makanan sahur dengan biji-bijian.


Selain itu biji-bijian juga mengandung vitamin B yang dapat membuat tubuh lebih berenergi dan meningkatkan metabolisme tubuh.


4. Buah dan Sayur



Jenis makanan untuk sahur selanjutnya adalah mengonsumsi buah dan sayur.


Ini menjadi nutrisi penting yang wajib ada di makanan sahur.


Disebut dalam Better Health Channel bahwa buah dan sayur mengandung banyak vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Ini termasuk vitamin A (beta-karoten), C dan E, magnesium, seng, fosfor dan asam folat.


Asam folat dapat menurunkan kadar homosistein dalam darah, yaitu zat yang dapat menjadi faktor risiko penyakit jantung koroner.


Pilih sayuran dengan kadar air tinggi. Misalnya memasak sayuran menjadi sebuah sup. Tapi perlu diingat, jangan mengonsumsi buah yang rasanya terlalu asam saat perut masih dalam keadaan kosong.


5. Karbohidrat



Hidangan yang tepat untuk mengisi makanan sahur nanti adalah makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi seperti roti atau nasi.


Makanan dengan karbohidrat yang tinggi bisa menjadi bekal energi ketika berpuasa sekitar 9-10 jam dalam sehari.


Selain nasi, makanan yang kaya karbohidrat (seperti pasta) juga bisa menjadi pilihan alternatif makanan sahur agar kuat berpuasa seharian penuh.


Karbohidrat memiliki beberapa fungsi utama di dalam tubuh. Selain sebagai energi, karbohidrat juga merupakan sumber utama bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan energi otak.


Serat adalah jenis karbohidrat khusus yang bisa membantu meningkatkan kesehatan sistem pencernaan dan mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes.


Jadi, Anda lebih memilih makan nasi, pasta atau roti untuk menu makanan sahur nanti ?


6. Daging Ayam



Daging ayam merupakan sumber penting protein rendah lemak yang bagus untuk makanan sahur selama Ramadhan. Protein digunakan dalam proses metabolisme untuk menghasilkan energi.


Sepotong ayam dan beberapa sayuran yang dikukus bisa dijadikan jenis makanan untuk sahur yang gurih dan nikmat.


Perlu diketahui, bahwa daging ayam memiliki lebih sedikit lemak jenuh tidak sehat dibandingkan daging lainnya (seperti daging sapi dan kambing).


Namun, jangan terlalu banyak mengonsumsi daging saat sahur. Saat berpuasa, asupan cairan dalam tubuh akan berkurang, sehingga oksigen pun akan berkurang.


7. Oatmeal



Makanan yang mengandung protein tinggi seperti oatmeal bisa menjadi pilihan lain untuk makanan sahur.


Oatmeal adalah sumber protein dan karbohidrat yang menggugah selera. Jika ingin sesuatu yang berbeda, Anda bisa membuat smoothie dengan pisang dan susu sebagai menu makanan sahur.


Ini akan membuatnya lebih enak dan beraroma.


Tambahkan juga kacang-kacangan untuk menambah energi di dalam tubuh agar kuat berpuasa seharian penuh.


Makanan Sahur yang Harus Dihindari

Selain memilih jenis makanan untuk sahur yang penting untuk nutrisi tubuh, ada juga makanan sahur yang perlu dihindari, lho!


Hal ini tentunya tidak baik bagi tubuh dalam menahan rasa lapar selama bulan puasa. Berikut adalah beberapa makanan sahur yang perlu di hindari.


1. Makanan Tinggi Lemak dan Garam



Saat berpuasa, sebaiknya batasi konsumsi makanan sahur yang berlemak, terutama daging berlemak dan makanan dengan tepung.


Daripada menggoreng, disarankan untuk menggunakan metode memasak lain, seperti mengukus, memasak dengan saus, menumis dengan sedikit minyak dan memanggang.


Selain itu, makanan sahur dengan kandungan garam yang tinggi tidak baik bagi kesehatan, misalnya seperti keripik atau makanan yang mengandung MSG.


Gunakan berbagai bumbu dan rempah tradisional untuk meningkatkan cita rasa makanan sahur yang akan dimasak.


2. Makanan Manis



Meski manisnya buah kurma bisa dijadikan ide untuk sebuah makanan sahur agar kuat puasa, namun harus dikonsumsi dalam batas yang wajar ya.


Hindari terlalu banyak makanan manis untuk berbuka puasa dan saat sahur.


Makanan yang biasa disantap selama Ramadhan mengandung banyak sirup dan gula, yang bisa menyebabkan penyakit serius.


Hal ini berakibat buruk bagi tubuh, justru akan memancing kita untuk makan dalam porsi yang besar.


Makanan sahur manis yang direkomendasikan untuk dikonsumsi adalah buah-buahan dengan kadar air tinggi, seperti semangka, melon atau buah persik.


3. Gorengan



Siapa yang tidak menyukai makanan yang satu ini, yaitu gorengan. Rasa gurih dan asinnya membuat sebagian orang mencantumkannya dalam daftar menu makanan sahur.


Namun, sebaiknya hindari makanan yang digoreng dengan minyak berlebih. Sebab mengutip studi dalam National Centers for Biotechnology Information, pencernaan membutuhkan lebih banyak waktu untuk memproses makanan sahur yang digoreng.


Saat digoreng, makanan sahur akan bertambah kalorinya karena menyerap lemak dari minyak.


Dan para ahli mengatakan bahwa banyak mengonsumsi makanan sahur yang digoreng dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan kolesterol tinggi, yang merupakan faktor risiko dari penyakit jantung.


Untuk menjaga pola makan sehat tetap terjaga selama Ramadan, batasi penggunaan minyak dan alihkan dengan cara mengukus dan memanggang makanan sahur.


Semoga puasanya berjalan dengan lancar ya!


Sumber

  • http://www.emro.who.int/nutrition/nutrition-infocus/dietary-recommendations-for-the-month-of-ramadan.html
  • https://www.nutrition.org.uk/healthyliving/seasons/ramadan.html
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/fruit-and-vegetables
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17243087/